Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga sakura yang baru mekar, dan suara air terjun di kejauhan menambah ketenangan suasana. Mereka membuka gulungan yang diberikan oleh Biksu Hoshin, gulungan itu berisi cerita tentang seorang pendekar pedang legendaris dari Tsukimi no Mizucho, yang keberaniannya dan keterampilan pedangnya telah menyelamatkan kota ini dari bencana berabad-abad yang lalu.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
TARO

TARO

Sejak SMA mereka telah bersama, dan semoga selamanya tetap bersama. “Tadi cari makan siang kemana?” “Ke coffe shop baru yang ada di ujung Jalan Morotai.” “Enak?” Pertanyaan Nina mengingatkanku akan satu cup minuman Taro yang membuatku nyaris tak mau merhenti menyeruputnya. Itu adalah minuman dengan rasa terbaik yang pernah aku cicipi. Oke, meskipun posisinya tidak akan mampu menggantikan kebutuhan air putih.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Pisang cokelat ini biasa menjadi cemilan di pinggir jalan dan semua orang pasti suka dengan piscok. Aku dan Ribka saling berbincang di teras rumahnya, sambil menikmati piscok goreng. Di rumahnya juga ada pohon jambu klutuk dan pohonnya sangat lebat sekali. Anjing Ribka selalu bawel sekali saat melihat ada tamu yang datang seperti ku.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
WATER

WATER

Dan kini Emi kembali menatap surat yang tadi ia buang bersama dengan sebungkus coklat yang di dalam tumpukan bunga Mimosa yang indah membuat tangan Emi secepatnya untuk mengambil harta karun itu sebelum hancur atau mengotori lantainya dan ia harus berakhir dengan mamanya. Emi melihat surat itu dan masih saja mendapati hal yang sama setiap harinya. Yaitu namanya yang di tulis dengan warna biru muda dan sebuah angka di dalamnya, tanpa ada kata-kata lain membuat Emi hanya dapat mendengus kesal. "Sudahlah. Lupakan tentang suratnya dan mari lihat bunga mini ini!" pikir Emi. Setelahnya Emi menyimpan surat itu ke dalam lacinya. Lalu memakan coklat yang terjatuh dari dalam tumpukan Mimosa. Emi memak
102.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

•••••••••• Bersambung. Hayoloo kepo gak? Kepo gak? Kepo gak? kepo lah masa enggak😱 Silahkan ketikkan tanggapan kalian tentang cerita ini dengan cara komen sebnyaknya ya😇
102.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mas Adry mengangguk, lalu lelaki berlesung pipi itu kembali menunjukkan wajah penyesalannya. "Waktu Mas pengawalan alat berat. Tak sengaja mas ketemu sama kawan mas. Dia agak mistis orangnya alias kasyaf. Dia bilang ada sesuatu dalam tubuh mas. Dia memberi Mas segelas air." "Lalu?" tanyaku penasaran. Teman Mas Adry mengatakan itu adalah air satru, air yang bisa membersihkan sesuatu yang kotor di dalam tubuh. "Setelah Mas minum air itu, entah kenapa badan Mas tiba-tiba gak enak. Akhirnya mas sakit muntah-muntah. Makanya mas gak menolak pas Adek mau bawa Mas ke rumah sakit."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

bentaknya, hampir menantang. Biru menarik kursi di belakangnya dan duduk di sampingku. Dengan santainya ia meraih minumanku dan meminumnya. Sontak saja aku membulatkan kedua mataku. "Biru! Itu minuman punya gue!" teriakku kesal saat melihat es boba milikku di sedot oleh cowok lucknut di sampingku itu. "Berisik! Bisa nggak sih lo itu nggak teriak-teriak!" seru Biru seraya menyumpal mulutku dengan es boba milikku yang baru saja ia minum itu.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

PoV Author "Kamu sedang apa di sini?" tanya Azam tiba-tiba, saat Sari hendak ke dapur. Sari kaget, dia langsung menoleh ke arah sekitar. Takut ada orang yang mendengar. Dengan cepat, Sari menarik tangan Azam hingga mereka sampai di dekat kolam renang. "Apa yang kamu lakukan? Lepas!" sentak Azam membuat Sari langsung melepaskan tangan Azam.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

Ia mengetik pesan LINE: “Heri-san, kamu paling suka pergi ke mana kalau lagi di Tokyo?” Jawabannya mengejutkannya. “Eh? Hmm… Naka-Meguro, Jiyugaoka, Ochanomizu, sepanjang aliran Tamagawa, Kichijoji, Hachioji, Mejiro, Nippori, Fussa, Tachikawa... Apalagi ya? Oh! Ameyoko yang sepanjang rel Ueno – Okachimachi , itu dihitung nggak ya?”
1.0K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status