Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah
Samanta membanting foto-foto itu ke meja, air matanya mengucur deras meski suaranya ditekan kuat-kuat.
"Kami punya dua anak! Aku melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, mengurus rumah tangga, tapi dia malah bermain gila dengan pria lain di luar!"
Aku menyerahkan selembar tisu, suaraku sedingin es saat berkata, "Mau bekerja sama denganku?"
Matanya yang merah menatapku tajam. Tanpa ragu, Samanta menjawab, "Mau."