Pangeran Dari Neraka
"Aneh, bagaimana bisa kamu hidup tanpa rasa senang, apa kamu menjalani harimu dengan baik, em maksudku apa kamu tak pernah merasakan kesenangan dan kesedihan."
"Dulu aku pernah merasakan apa itu senang dan sedih, tapi itu dulu sebelum," jelas Arthur, matanya berubah merah penuh emosi, giginya bergemeretak menahan marah,belum sempat Arthur menyelesaikan perkataannya, Caroline lebih dulu mundur karena ketakutan.
"Maaf jika aku membuatmu takut," ucap Arthur.
"Tidak masalah, aku yang meminta maaf karena telah memancing emosimu."