Hati yang Tak Direstui
“Santai santai, ra.. Kalaupun kamu salah, kayanya semua orang juga gaakan ngeuh deh. Tebakan aku nih mereka bakalan tetep kagum sama permainan kamu. Percaya deh, udah udah ah jangan kebanyakan mikir gitu, nanti cepet tua loh hahaha.”
Sementara itu, di sudut aula yang agak gelap, Arthur baru saja masuk. Ia bukan mahasiswa musik, tapi mendengar kabar kalau hari ini ada konser mini, ia memutuskan untuk diam-diam hadir. Ia duduk agak jauh, nggak mau menarik perhatian, tapi sorot matanya nggak pernah lepas dari satu sosok; Nura, dengan hijab panjangnya yang tergerai menutupi dada berdiri di pinggir panggung sambil memegang biola dengan tangan bergetar.
Sikat na Kabanata