JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN
“Aku heran, bisa-bisanya kamu sampai lupa waktu hanya gara-gara keasyikan melukis? Memangnya kamu melukis apa sih, Ndin? Melukis di tembok Cina?! Kalau begini caranya, besok-besok kamu enggak boleh ikut kursus melukis lagi!”
“Ja-jangan, Mas. Melukis satu-satunya cara untuk melepas stres-ku…” Aku memohon.
“Stres?” ulang Pras. “Kamu stres ngapain, Ndin? Hidupmu tuh enak. Kamu enggak perlu memikirkan apapun, kecuali mengurus kedua anak kita dan melayani aku! Apapun keinginanmu aku penuhi. Terus sekarang kamu bilang kamu stres??!”