OBSESI BARA
Takut, ia juga takut bahwa dirinya tidak bisa bersama lagi dengan sang istri tercinta.
"Mas enggak pernah berpikiran untuk menduakan kamu yankk. Enggak, cukup kamu, cukup kamu wanita satu-satunya yang Mas mau dan inginkan. "
Laila tersenyum bahagia, walau hatinya begitu terasa pilu dan menyesakkan. Melihat keadaan suaminya seperti ini membuat hatinya tersayat.
"Kalau begitu, Mas gak bakal tinggalin Laila kan? " tanyanya semringah.