Jiwa Yang Terluka
Diusapnya kedua mata Ale dengan kasar menggunakan punggung tangannya, lalu mulai melanjutkan kembali bacaanya.
"Jangan menangis, Andra! Karena nenek sangat benci dengan suara tangisanmu yang sangat mengganggu. Nenek sudah tua dan tidak bisa menulis surat ini sendiri, kau pasti mengira jika nenek yang menulis sendiri surat ini, bukan? Sengaja karena nenek yang suruh Alano, kakak sepupu Andra untuk meniru tulisan tangan nenek. Dan hasilnya cukup bisa membuat nenek takjub, karena kakakmu ternyata sangat pandai meniru. Bahkan saat ini dia sedang menggerutu sambil menulis apa yang nenek suruh."