Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN

PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN

Sorot kecewa terpancar jelas di mata Kinanti dan Kasih. “Padahal kalau sungguhan pun, kalian cocok, Mbak. Dan Bang Dewa juga sepertinya nggak keberatan, ya, Dek?” Kinanti meminta persetujuan Kasih yang mengangguk. “Iya, Mbak.” Kirani menelan ludah. Kemudian menarik napas panjang untuk melonggarkan dada yang mendadak sesak.
9.9488.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.1K kali sebagai suara mbak kunti
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rosemala
maaf ya teman2, hari ini salah posting. bab terbaru seharusnya untuk buku Ibu Susu Untuk Anak Pewaris. Karena hari ini editor masih libur, jadi baru besok isinya bisa dirubah. maaf ketidaknyamanannya
Aqeef Irsyad
Aku masih penasaran dgn sikap sultan ke viola .sbnrny dendam apa yg dia punya ke viola?si Michelle juga watak nya yg tiba2 Ada,buat Aku pusing thorr......apa pun semangat ya mbak,cerita ni seru,hati ini penuh deg-degan gitu..slm Dr Malaysia..selamat berkarya mbak.. mau sultan ama vio,tpi kayaknya???
Baca Semua Ulasan
Setelah Melepasmu Pergi

Setelah Melepasmu Pergi

"Kok bisa sampai bahas Mbak kunti? Apa coba hubungannya pelakor sama Mbak kunti?" "Iya, sama-sama perempuan. Sama-sama menakutkan juga. Tapi paling tidak Mbak Kunti ngga akan rebut suamiku. Beda urusan sama pelakor!" ketusku lagi. Mas Lana makin tertawa. "Ya makanya kamu jangan mau kalah sama Mbak Kunti, apalagi sama perempuan lain. Kamu harus pandai senengin mata suami. Rawat badan kamu pakai skincare itu biar terawat dan makin enak dilihat. Bonusnya jadi makin kelihatan cantik."
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
BODYGUARD KESAYANGAN

BODYGUARD KESAYANGAN

gerutu sang putri. “Aku nggak mau tahu! Pokoknya anterin aku pulang!” Mbak kunti merajuk. Saka menatap ke belakang dengan tatapan tajam dan mbak kunti menelan air liur berat, nyengir dikit, terus menghilang bersama angin.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Aku berbisik di telinga si kunti. "Aku paham, Bone. Apa kau lupa bagaimana dulu aku membingungkan pikiran anggota keluarga Sukirman di tengah kebakaran?!" ketus si kunti merah lantas terbang dan hinggap di jendela kamar Shinta. Aku masih duduk di dahan pohon angsana. Merasa bangga pada sikap si kunti merah. "Aku akan merusakkan pikiran Shinta hingga ke saraf mental yang terdalam. Kikikik ... kikikkik ... kikikikkk ... "
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

balas Kinanti sedikit sewot. "Kamu denger juga kan, No?" "Iya, aku dengar, udah pasti itu bukan Mbak Kinanti, tapi kayaknya Mba Kunti, deh." Ketiganya saling tatap dalam ketakutan dan jantung yang berdentum kencang, hingga keringat dingin mulai meluncur membasahi sekujur tubuh.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

sahut Kenzy sedikit gugup sambil mengusap-usap wajahnya dengan kedua telapak tangan, "Kamu mau lihat sekarang?" Sebagai jawaban, aku mengangguk sedangkan dalam hati membatin, 'Kapan lagi kalau nggak seorang? Nanti kalau kamu berubah pikiran, nggak jadi, dong?' Jlep, plaaasss! Guys, ternyata suara Kinanti lembut sekali. Lembut, merdu dan hangat. Uwaaauuu nggak, sih? Ya, yaaahhh, pantas lah kalau Kenzy gagal total move on. Serius, nih. Ya ampuuun! Benar ya ternyata, bidadari itu ada di dunia ini. Salah satunya Kinanti.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 783 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas CEO

Ranjang Panas CEO

tanyanya pada sopirnya. "I-itu tuan. A-ada mbak kunti lagi nongki di tengah jalan," jawab si sopir dengan gelagapan karena takut. "Mbak kunti?!" seru kedua penumpang itu. "Ayo sayang kita cek. Masa iya, ada mbak kunti nongki di tengah jalan kayak gitu. Bukannya biasanya mereka nongki di atas pohon?" Ajak sang istri pada sang suaminya.
9.846.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Tante Retno, I Love You

Tante Retno, I Love You

kata-kata Samara sukses membuat Retno kembali menapaki realitas. "Kok cepat, Mbak?" "Iya. Masmu ada acara meeting sama pemegang saham di perusahaan." "Oh," ucap Retno singkat. Namun beberapa saat kemudian, Retno mencoba mengedarkan pandangannya untuk menatap Yuni, Hartono dan tentunya Mikha yang terlihat sedikit kecewa dengan keputusan orangtuanya ini.
13.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Bawa Anak Lelakimu Pulang, Bu.

Bawa Anak Lelakimu Pulang, Bu.

Jika wanita waras tentu akan ngeri, jika harus mengingat kejadian yang hampir merengut nyawanya. "Kau bicara apa sih mbak aku semakin tak mengerti? Mas Malik tolong singkirkan wanita ini dariku. Ingatlah aku pernah menjadi teman istimewa mu, bahkan menanam pohon di rumahmu, tak mungkin kau bisa melupakan kenangan indah kita berdua." Menanam pohon di rumah berarti si Kunti itu Nina. Pantas dia memilih pohon beringin, karena otaknya berisi hasutan setan melulu.
1063.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Biarlah dia mandi untuk kedua kalinya. "Ma-maaf, Bu Aini. Reflek karena terkejut. Ibu sih tahu-tahu berada di belakang saya. Sudah persis Mbak cantik yang bisa melayang di tengah malam?" "Melayang? Memang punya sayap seperti burung, Bu?" Aku menahan tawa mendengar jawaban polosnya. Bu Aini loadingnya lama. "Gak pakai sayap, Bu. Namanya Mbak Kunti."
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status