Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Impossible Love

Impossible Love

"Gimana Ra? Udah selesai?" "Udah nih, banyak banget pembalut di toilet cewek mana belum pada dibersihin lagi jadinya ngundang mbak Kunti buat jilatin itu" jelas Khairana seraya menepuk jidatnya sendiri. "HAH?! YANG BENER AJA!!? CEWE KOK JOROK BANGET!" Rianti tercengang saat mendengar pernyataan Khairana.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Telat Nikah

Telat Nikah

Aku berlagak sok kaget, biar mereka senang usahanya membuahkan hasil. "Rasti kirim data-datanya lewat WA ya, Mbak. Bye!" Asem. Langsung mati. Dari kejauhan, kulihat mantan mertua dan mantan menantu masih terlibat perbincangan. Mbak Denia telaten sekali menyimak apa pun yang keluar dari bibir Tante Kantini. Tidak akan menyela sebelum wanita di atas kursi roda itu memberi jeda.
9.926.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Dia tampak menyikut tangan sang CS. “Yuk, ah, pulang. Nggak asik di sini juga. Nggak ada info terbaru!” Bu Minarti menarik tangan Mbak Kinanti. Berlalu dari hadapanku sembari mencibirkan bibirnya yang dipoles lipstik warna bata tersebut. Dasar pengangguran kurang kerjaan! Mending nyuci pakaian sana! Atau ngosek WC, kek! Lebih mulia ketimbang mengurusi orang lain.
9.875.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

Saya dan beberapa ibu-ibu yang merasa kasihan, akhirnya menghampiri beliau untuk menolong. Kejadian kedua, yaitu saat acara pemungutan suara pemilu beberapa waktu lalu. Mbak Kiki terlalu asyik menyantap buah pisang dalam snackbox yang dibagikan oleh panitia TPS, Mbak Kiki terpeleset kulit pisang yang buru-buru dijatuhkannya saat panitia memintanya mencelupkan jari ke dalam tinta, dan tanpa sengaja tangannya menyenggol wadah tinta sebelum tubuhnya terjembab. Akibatnya wajahnya tersiram tinta pemilu berwarna ungu. Sontak saja kejadian tersebut membuatnya menjadi tontonan warga. Ada yang tertawa dan ada pula yang merasa iba dan menolongnya. Sementara sang suami tak dapat berbuat apa-apa selain
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Berikan Suamimu Untukku, Mbak

Berikan Suamimu Untukku, Mbak

"Mbak, kenapa sih Mbak Aruna begitu sentimen pada mantan suamiku. Padahal Mbak Aruna tidak mengenalnya, bertemu pun belum pernah. Mungkin hanya melihatnya dari kejauhan saja. Tapi mbak Aruna sudah menghakiminya. Mbak Aruna juga bukan orang baik, bukan? tapi buktinya Mbak Aruna bisa berubah menjadi baik dan selama ini begitu peduli padaku." "Susah sekali bicara denganmu, Antika." Gerutuku. Antika tersenyum dengan terpaksa. "Aku yang susah di ajak bicara atau Mbak Aruna yang terlalu banyak mengada-ada?" "Aku kenal mantan suamimu meski tidak tahu namanya Antika, bahkan aku berhari-hari bersamanya." Antika terlonjak, tatapannya begitu nyalang padaku. Dia marah, meski aku belum mengatakan sesuatu
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Simpanan Mafia Kejam

Simpanan Mafia Kejam

Suara yang sangat akrab bagi Kinanti, yaitu suara Martha, mertuanya. “Kinanti, sayang! Kamu di mana? Aku ingin mengajakmu makan siang di luar,” teriak Martha sambil mendekati ruang makan. Kinanti tersenyum lebar dan meletakkan sendoknya kembali ke piring. “Oh, Bunda! Saya di sini,” balas Kinanti sambil bangkit dari kursi.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Pria Buruk Rupa, Ternyata Dia ....

Menikah dengan Pria Buruk Rupa, Ternyata Dia ....

pungkas Mbak Kinanti. "Gini, deh. Aku lihat, deh hasil USG-nya. Sini berikan." Mbak Nara memaksa. "Jangan! Jangan memaksakan kehendak. Doakan yang terbaik untuk ponakan kalian!" tutur Mbak Kinanti lagi dengan telunjuk mengarah pada saudaranya itu. Akhirnya, Mbak Kinara diam. Dia tidak lagi mengerek karena penasaran dengan menekuk wajahnya.
9.8426.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Sahabat

Bukan Sekedar Sahabat

Sayang, saking panik dan takutnya, keempatnya salah-salah terus dalam melafalkan ayat kursi. "Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma bariklana fima rozaktana waqinaa ngazaabannar. Amin." Kriuk. Kriuk. Suara perut yang berbunyi membuat semua orang terdiam termasuk Mbak Kunti yang menatap Zio dengan melongo. "Itu doa mau makan bego!" bentak si Mbak Kunti. "Eh salah ya. Ya udah, doanya yang bener gimana?"
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

Miranti menahan napas dalam-dalam, jantungnya masih berdebar kencang, berusaha meyakinkan diri bahwa suara yang memanggil namanya dari balik pintu benar-benar bukan Rino yang sedang menyamar atau berusaha menipunya. "Mbak Miranti, buka pintunya! Ini aku, Unti!" "Unti?" Miranti bergumam pelan, suaranya masih penuh keraguan dan ketakutan. Dia tidak berani langsung percaya, takut ini adalah jebakan yang dibuat Rino. "Unti, itu benar-benar kamu? Kamu yakin tidak ada orang lain bersamamu?" "Iya, ini aku! Buka pintunya, Mbak! Aku sendirian, tidak ada siapa-siapa! Aku takut sekali, Mbak!"
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Cowok seganteng aku dan berkualitas gini tewas dicekik Kuntilanak? "Kamu masih ngambek?" Rara asyik menggantung di langit-langit rumah. Kadang aku heran sama ini Kunti. Dia kira dia kelelawar apa? Kali ini bau bunga udah berganti dengan bau bangkai. Bahkan dia menampakkan rupa jeleknya. "Siapa yang ngambek?" Aku mendengkus dan membuang mata ke luar jendela. "Aku hanya tidak tahan dengan bau busuk dan menatap tampangmu yang menakutkan itu."
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai suara mbak kunti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status