Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FATED

FATED

Jantungku berdebar-debar seraya jemariku mengetik di tuts keyboard laptopku. Aku mengikuti langkah-langkah yang sudah tertera. Aku pun melihat hasilnya dan mengscrollnya hingga kebawah. Aku pun melihat tulisan di paling bawah yang tertulis ‘Succeded’. Aku pun membelalakkan mataku dan menutup mulutku. Aku langsung turun kebawah dan memanggil mama. “Eomma, aku berhasil masuk!” “Serius? Chukkae Aerum-ah!”
104.5K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as succeeds
Read
+Library
Pelakor Sukses

Pelakor Sukses

Sedangkan dokter sibuk dengan alat pemacu jantungnya. "Mas, gimana dengan putraku?" tanyaku sambil menangis. "Dokter masih berusaha keras," jawab Mas Nata sambil melirikku. "Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa dengan putra kita. Sedikit tenang mendengar kata-kata Mas Nata. Lalu tak lama kemudian dokter selesai dengan kegiatannya dan tersenyum sambil berkata berhasil. Detak irama jantung Damar pun kembali normal.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as succeeds
Read
+Library
Exit

Exit

April berteriak, berjalan ke arahku dengan wajah sumringahnya. Belum sempat aku membuka suara memberi selamat. April sudah dulu memeluk tubuhku erat hampir susah bernafas, aku yang tidak punya tenaga besar membalas pelukan dengan menahan nafas. “Aku berhasil lagi. Terima kasih, ya.” April melepaskan pelukan, membuatku merasa lega bisa bernafas lancar. “Kan, apa aku bilang,” ujarku masih mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as succeeds
Read
+Library
Menyerah

Menyerah

Misi berhasil, Edwin bisa tidur nyenyak sekarang, setidaknya dia tidak perlu lagi dicerca Dita lagi. Bersambung ... Maaf telat update, entah kenapa banyak sekali halangan saat nulis cerita ini.😥😥😥
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as succeeds
Read
+Library
Gagal Move-on

Gagal Move-on

Aku pun merintih kesakitan. Tapi, aku tak berhenti di situ. Aku berusaha melepaskan diri dengan kaki yang mencoba menendang Bima. Tapi lagi-lagi Bima berhasil menghindari kakiku. Dia dengan mudah bisa membaca gerakanku. “Diamlah!” Bima mencoba menenangkanku. “Lepasin!” Aku berontak. Tapi cengkeraman tangan Bima terlalu kuat.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as succeeds
Read
+Library
Gagal Menjadi Bulanmu

Gagal Menjadi Bulanmu

Nadine yang tak siap sama sekali kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling menuruni undakan tangga. Dia memeluk erat kotak abu itu, punggungnya menghantam keras undakan batu, rasa sakit yang luar biasa membuat pandangannya seketika menggelap. "Maaf, maaf! Aku nggak sengaja!" Saskia berlari turun dengan panik. "Biar aku bantu ambil!" Dia mengulurkan tangan hendak mengambil kotak abu itu. Belum sempat Nadine mencegahnya, dia melihat kaki Saskia tergelincir.
5.6K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as succeeds
Read
+Library
Berhasil Usai Bercerai

Berhasil Usai Bercerai

Ia ingin segera pulang namun hujan begitu deras membuatnya tak bisa langsung pulang, apalagi detak jantungnya belum normal kembali setelah sebelumnya terjatuh. Di rumah, Angela berusaha meraih kembali ponselnya yang terlempar jauh ke sudut ruangan, beruntung saat ponselnya jatuh panggilan sudah terhubung dengan Aldi walau yang dihubungi kentara sekali tidak menyukai panggilan itu. Dengan cara merangkak di lantai ia berusahan bangkit meraih ponselnya, tapi tenaganya seperti habis terkuras. Ia bahkan tak mampu berdiri, kakinya terasa lemas sekali, telapak kakinya juga terasa perih.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 257 Times as succeeds
Read
+Library
PROMISE

PROMISE

Keesokan harinya Seorang pria bernama Ziko memasuki galery, dia menjadi pusat perhatian terutama kaum hawa. Tujuan utama Ziko adalah lukisan Promise. Mata elangnya menelisik setiap inci lukisan Promise. Dia melihat nama Aruna pada bagian kanan bawah. Semakin lama dia meneliti lukisan itu, semakin lebar senyum di wajahnya. “Akhirnya satu langkah lagi aku menemukanmu!”
105.9K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as succeeds
Read
+Library
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 18 Mata bulat itu mengerjab beberapa kali, segera kutarik bibirku dari pipinya, namun wajah ini enggan beranjak menjauhi wajahnya. Pasrah menerima tamparan jika Cean akan melakukannya. "Kita sudah sampai?" tanya Cean seraya mendorong dadaku agar kami kembali berjarak. Aku cukup terkejut dengan reaksinya, dia tidak marah padaku dan terlihat biasa saja. Seperti tak memiliki rasa.
1018.1K viewsOngoingAdded to Library 651 Times as succeeds
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status