Penguasa Hati
Doa dalam hatiku terasa sia-sia bahkan sebelum terucap sempurna.
"Tara Nadira ...."
Jantungku berhenti berdetak selama sepersekian detik.
"... dan Azlan Sharim."
Hening.
Seluruh dunia seolah menahan napas bersamaku. Lalu, seperti bendungan yang jebol, bisikan-bisikan itu datang dari segala penjuru. Aku bisa merasakan puluhan pasang mata menoleh ke arahku, lalu beralih ke arah Azlan, lalu kembali lagi padaku. Aku bisa merasakan tatapan setajam silet dari arah Clara dan teman-temannya. Aku menjadi pusat perhatian, sebuah fenomena yang paling ku takuti di jagat raya.
Bab Populer