SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
Seperti kata Samudra, ia pun bintang malam ini, karena perhatian tak melulu kepada para pemain film, tapi juga padanya sebagai penulis novel yang difilmkan itu.
Saat adegan-adegan yang diangkat langsung dari novelnya mulai bergulir di layar, mata Mentari berkaca-kaca. Setiap dialog, setiap ekspresi, dan setiap momen di layar terasa begitu nyata, seolah-olah ia kembali menyusuri halaman-halaman novelnya yang kini dihidupkan dengan suara dan warna. Semua seperti yang pernah ia bayangkan saat menulisnya dulu. Ia merasa kembali ke masa di mana hanya hidup bersama anak-anak dan pengasuh di rumah kecil tanpa pendampingan suami. Masa di mana ia hidup dalam fitnah keji yang hampir membuatnya terpur
Hot Chapters