Jangan Baca Novel Ini!
Argan mencondongkan badannya ke depan, kepalanya berada tepat di samping telingaku, ikut menatap layar laptop yang menyala terang.
Aku membuka dokumen naskah novelku dengan tangan yang sudah lebih stabil. Layar laptop menampilkan halaman terakhir yang berisi adegan konflik antara tokoh utama wanita dan pria antagonis.
"Bab empat puluh sembilan," baca Argan pelan tepat di telingaku, napas hangatnya menyapu pipiku, "konflik batin tokoh utamanya masih kurang tajam di paragraf ini."