Suami Perkasa
"Begitu mudah kau teriak soal salah-benar sekarang ya, Luna? Kau tahu rasanya jadi aku? Ditolak suami sendiri. Disingkirkan dari rumahku sendiri. Karena kau."
Luna menangis, tubuhnya menggigil. Tapi tak ada yang menolong. Bahkan dinding rumah ini hanya jadi saksi bisu kejatuhannya.
Sukma menarik rambut Luna lebih keras, membuat kepala Luna mendongak paksa. Perbedaan fisik mereka begitu mencolok.
Sukma tinggi, bahunya lebar, kulit putih pucat khas blasteran Inggris. Ia tampak seperti dewi perang