Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita
Tidak meremehkan juga, nadzam-nadzam yang ia pelajari di pesantren itu banyak yang ia baru paham itulah kenyataannya lebih dalam dari sebelumnya, bukan sebatas materi.
Salma kembali bertanya, "Sekarang dima'rifatkan, khusus untuk aku. Seluas mana kamu tahu tentang cinta kita?"
"Cintaku kepadamu itu seluas letak diri aku dalam hatimu. Pada hakikatnya, cinta kita ini sudah berbalut dengan selimut tanpa warna, menjunjung asa ke tengah samudra, merasakan arti dari barisan huruf yang menjadi pedoman umat. Sudah, cinta kita sempurna dalam pandangan manusia. Apalagi yang kamu pikirkan, Sayang? Aku cukup bahagia bisa memandangmu dengan senyum yang tidak lari dari bibir manismu," ungkap Fariz.