Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUPERCUT

SUPERCUT

MY LAPTOP GOT CRUSHED YESTERDAY JADI KEYBOARDNYA RUSAKK Fr: James Sial Kukira kau excited Kenapa tak pakai ponsel saja bodoh Fr: Lorna james yang boleh memanggilku bodoh hanya Alex ya tolong kau diam Fr: Nicholas Yall buckle up we’re witnessing murder over here Fr: Maverick oOOOooooOOOfffff Fr: James Yeah that man of your dream is currently smooching with his girlfriend at the moment Hate to break it to you but it seems like he’s off limit Fr: Lorna jesus it’s 21st century James nobody uses 'smooching' anymore anyway back on my phone Fr: Nicholas Bro u ok Fr: Mave Lorna say something once again It’ll be hatrick Fr: James SO YOU GUYS HATES ME THAT MUCH Tetiba, Alex dan Regina beranjak dari so
3.8K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as superficial
Read
+Library
Complicated

Complicated

Sungguh Farazz kehilangan kata-kata, untuk ukuran cowok yang sedang puber seperti mereka dia mengerti betul bahwa Harsa sudah kelewat batas. "Teserah lo deh." Kata Farazz mulai jegah dan engan mendebat. Dari balik pintu kamar mandi Farazz mengamati Harsa yang sedang menggosok gigi, membasuh wajah sebelum mengeringkannya dengan handuk. Kening Farazz berkerut dalam. "Mau kemana lo?" Dia bertanya begitu mendapati Harsa yang bergegas menyemprotkan parfume beraromakan maskulin ke seluruh tubuh.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as superficial
Read
+Library
Difficult

Difficult

Putik mengerang tertahan dengan kepalanya mengadah keatas. “Bersama.” Leo mengatakannya dengan mencium leher Putik. Mereka bisa merasakan cairan keluar secara bersamaan, Putik bersandar pada Leo dengan kepalanya mengadah keatas. Leo sendiri semakin mendorong kedalam miliknya, dapat terasa cairan mereka yang keluar sangat banyak. Padahal beberapa menit lalu mereka telah mencapai klimaksnya dan tidak tahu kenapa mereka mencapainya kembali dengan mengeluarkan dalam jumlah yang sangat banyak.
6.7K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as superficial
Read
+Library
Complicated

Complicated

Dan kupikir lagu Sia Furler berhasil menina bobokan Agatha. Saat mobilku berhenti dilampu merah. Aku memandanginya sejenak. Ku berpikir bagaimana gadis seusia Agatha begitu polos. Bahkan aku tak pernah melihatnya memakai make up. Meski dia tetap cantik, namun bila memakai make up pasti terlihat lebih dewasa. Mobilku baru saja sampai di rumah Agatha, untung saja dia sudah bangun jadi aku tak perlu membangunkannya.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as superficial
Read
+Library
Complicated

Complicated

Serba salah bukan? **** Hari berikutnya, Avina heran melihat Raska tertidur di kelas—lebih lagi ini masih pagi. Kemudian mendekatkan diri, dan menatap lekat. Ternyata, Raska hanya menelungkupkan. Namun, ada hal lain yang mengusiknya. Avina langsung menyentuh kening Raska dan lehernya. “Kau sakit?” Habisnya, terlihat pucat meskipun suhu tubuhnya tidak panas—alias—normal. “Raska?”
106.7K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as superficial
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

ucap Renata sambil meraih remot TV dari tangan kanan Tara dan menekan tombol off. "Bae, kamu tahu teori bahwa demam dapat cepat turun dengan metode skin to skin?" Renata mengerutkan keningnya. "Itu hanya berlaku untuk bayi, Tara." Tara menggeleng, "Tidak, kalau tidak percaya sini buktikan!"
103.4K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as superficial
Read
+Library
Fake

Fake

Dido menatap Shena intens, lalu menepuk pundak Adit dengan semangat. “Sakit anjing,” teriak Adit. “Lo ngapain sama Naura hah? Gila itu bibir lo kok merah? Wah… wah bos gila lo masih pagi ini bos.” Adit menatap Dido heran, apa yang lagi dibahas oleh Dido? Adit tidak mengerti. “Lo ngomong apa sik? Kasih tahu gue,” rengek Adit frustasi. “Itu, bos kita Dit udah gede. Anjir Shen, jawab benar lo lakuin itu ke Naura?”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as superficial
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Teksturnya tidak lagi terasa lembut dalam bentuk helaian melainkan dikepang kecil-kecil mulai dari kulit kepala hingga melewati bahunya sedikit. Xabi menarik napas panjang dan kemudian menyesal karena aroma cairan infus kini memenuhi rongga dadanya. Terlalu banyak hal yang ingin ia tanyakan. Situasinya saat ini lebih dari sekedar aneh dan rumah sakit ini ... tidakkah terlalu sunyi? Yang terdengar olehnya hanya tarikan napas melalui alat bantu pernapasan. Helaian napas itu sangat banyak dan sangat pelan. Seolah-olah suara itu bisa berhenti setiap saat lalu sesuatu menyerang Xabi secara tiba-tiba. Entahlah, yang jelas ia merasa terlalu lemah untuk merasa takut.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as superficial
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status