Terjebak Gairah Siluman
Tawa itu tak memiliki kehangatan, hanya kebuasan dan kemenangan yang dingin.
Ia meraih dagu Wulan, mengangkat wajah gadis itu hingga matanya bertemu dengan matanya.
"Hahaha. Bagus," Durja berbisik, liurnya kembali menetes, membasahi bibir Wulan. "Semakin kau larut dalam gairah hitam, semakin baik kau menjadi umpanku. Umpan yang akan menarik lebih banyak lagi kegelapan ke dalam jaringku."