Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan

Air matanya menetes, antara ingin menikmati atau menolaknya. Hanya pria ini yang bisa menyentuhnya, yang tidak membuatnya jijik dan yang membuatnya hilang kendali. “Maafkan aku, Pa …” “Maafkan Mama, Elea …” Gumam Tiffany dalam hati, yang kemudian menangkup pipi Reviano, membuat pria itu menatap matanya lalu melumat bibirnya. “Kenapa kamu menangis? Apakah kamu ingin aku menghentikannya?” tanya Reviano yang tahu jika Tiffany sedang menangis.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

“Iya, gue juga agak skeptis. Kan banyak yang bilang, Ta’aruf tuh biasanya nggak bertahan lama. Entah kenapa, kayaknya gak cocok aja gitu, nggak ada chemistry-nya.” Hilya cuma bisa tersenyum miris mendengar tanggapan teman-temannya. “Gue ngerti sih, kalian mikir gitu. Tapi, ini keputusan orang tua gue, dan mereka yakin banget sama pilihan ini. Arfan, orang yang bakal gue Ta’arufin, katanya baik banget. Cuma gue nggak tahu, ya, kenapa gue masih agak bingung.”
10812 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

Netra merah miliknya yang bersinar lebih dramatis akibat menerima cahaya rembulan yang menembus kaca jendela, tampak berkaca-kaca. Pandangannya menjadi buram seketika, segera setelah buliran air penyebab matanya berkaca-kaca, berkumpul semua. “Semoga ….” TES! Tanpa terasa, air mata yang ditahan-tahan pun, akhirnya jatuh juga. Tidak ingin memperjelas sisi lemahnya kepada siapa pun, termasuk kepada diri sendiri, Rifa menyelusupkan wajahnya pada bantal yang ia tarik tiba-tiba.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Begitu indah dan mengkilap, cairan kental dengan sedikit noda merah darah. Rafael tersenyum, sial! Dirinya kalah! Benar-benar tergoda! “Viona, tiarap…kemudian angkat pinggulmu.” Bisik Rafael di telinganya. Seakan-akan Viona mengerti akan segalanya. Dirinya menurut, benar-benar menurut, berada dalam posisi tiarap, kemudahan mengangkat pinggulnya.
1010.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Air matanya menggenang melihat Adelia yang terpuruk keadaan. Disini, Adelia menggigit bibir saat satu pecahan gelas mengenai tangannya. Dia memperhatikan goresan yang terasa perih itu mulai mengeluarkan darah. Perlahan, pandangannya buram karena air mata yang menggantung di pelupuk mata. Tanpa bisa dicegah, ingatan saat dia ditinggalkan dalam posisi terendah kehidupan kembali mengungkungnya dalam ruang memori yang berusaha Adelia lupakan setengah mati.
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
PELAN SEDIKIT, TUAN

PELAN SEDIKIT, TUAN

Tubuhnya terkejut kaku, kemudian ia menjerit keras. “Aarrgh! Sakit!” Cairan merah mulai mengalir perlahan dari antara kedua paha nya, menandakan bahwa kesucian yang ia miliki selama ini telah hilang dalam sekejap. Xafier yang sudah dikuasai oleh obat dan gairah, tidak peduli rintihan Zafira. Air mata Zavira mengalir deras. “Ibu … maafkan Zavira … maafkan aku.”
9.842.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

"Aaaaaa... sa-sakit Pak. Hiks... hiks... hiks... " Ibell sampai menangis kesakitan saat telapak tangan yang kulit arinya sudah mulai berair itu diremas pelan Cakra. "Tadi katanya cuma luka kecil. Bisa sembuh sendiri. Ini cuma diremas sedikit saja kamu sudah menangis," sindir Cakra. Ibell terdiam sambil sesekali sesenggukan. Sepertinya kulit arinya jadi benar-benar terkelupas. Pedih sekali rasanya.
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

“Kau mungkin salah satu dari mereka, Taffie. Kau adalah….” “Tidak, tidak. Baiklah, pelajaran selesai. Aku harus pulang.” Taffie bangkit berdiri. Ia keluar dari ruangan itu dan menuju pintu. “Taffie, kau tidak bisa pergi begitu saja!” seru Meagantya tenang. “Mau bertaruh?” sembur Taffie. “Kau tidak bisa menyangkalnya. Kau pasti sudah mengeluarkan boal-boal itu, benarkan?”
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

” — R. Alya memejamkan mata, menahan air mata yang mulai mengalir. Ia tahu—Rafa tak benar-benar pergi. Ia menyatu dengan tanah, dengan udara, dengan setiap getaran kecil yang muncul ketika hati manusia berani berharap lagi. **
860 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Ia menarik napas panjang, lalu mengusap sisa air mata di bawah matanya. Sebuah tawa kecil lolos dari bibirnya, seperti seseorang yang sudah terlalu lelah untuk terus menangis. “Iya, Fi…” katanya akhirnya, suaranya pelan tapi tegas dalam kepasrahan. “Aku keguguran.” Rafi menunduk pelan, bahunya turun sedikit, seperti orang yang sedang menanggung rasa bersalah. “Maaf, Alya… aku nggak tahu,” katanya dengan suara yang dibuat serak dan penuh penyesalan.
10115.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status