Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

Tetapi Alfie yang kesetanan sama sekali tidak menghentikan aksinya. Dia justru menggeser tangannya ke belakang tengkuk Viona dan memperdalam pagutannya. Alfie baru berhenti ketika dia merasa pipi Viona mendadak basah. Alfie menjauhkan wajahnya dan tertegun ketika melihat Viona menangis. Cepat dia menarik tangannya dari tengkuk Viona lalu kembali ke kursi pengemudi dengan raut bersalah.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

tanya Tami dengan pedas. Arindi mencoba untuk tetap berdiri dengan tegarnya. Namun apalah dirinya juga manusia yang tentu merasa sakit. Matanya mulai berembun. "Ma," tegur Arfaaz. Kalimat Tami memang dinilai menyakitkan.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 632 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Takhta yang Dibayar Air Mata

Takhta yang Dibayar Air Mata

Lama setelahnya, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, dua jalur air mata bening mengalir keluar dari sudut matanya, lalu masuk ke sela-sela rambut di pelipisnya. Awalnya, dia hanya menangis tanpa suara, bahunya bergetar samar. Namun, perlahan, isak tangis yang tertahan dan parau mulai lolos dari tenggorokannya, terdengar menyayat hati layaknya rintihan seekor anak hewan yang terluka parah.
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Di tengah badai itu, sosok holografik Dewi muncul, matanya lembut tapi tegas. “Rafi, Hana… inilah ujian terakhir. Jangan biarkan dunia lupa bahwa menangis pun adalah bentuk keberanian.” Rafi memasukkan chip itu ke pemancar. Suara ledakan bergema, dan seketika seluruh langit memutih. Setiap tetes hujan berhenti di udara—lalu berubah menjadi cahaya bening yang turun perlahan, seperti air mata malaikat.
959 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Rafa terkejut, spontan ingin mendekat, namun Nafeeza menatapnya dengan sisa tenaga, tatapannya penuh ketakutan. NAFEEZA (menjerit lirih, masih menatap Rafa): “Jangan… jangan dekati aku!” Kata-kata itu seperti pisau terakhir yang menancap di hati Rafa. Ia terdiam, bibirnya bergetar, tak sanggup berkata apa pun. Air mata akhirnya jatuh di wajahnya. Rafa menunduk, dadanya bergetar hebat menahan tangis.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Mencuri Uangmu, Bu

Aku Tidak Mencuri Uangmu, Bu

Aku berteriak histeris menatap mas Dafa yang pergi begitu saja. "Cih, murahan!" umpat Tania, lalu ikut keluar bersama yang lain. Aku memeluk tubuhku sendiri, sekarang aku hanya bisa menangis, semuanya yang dulu peduli padaku berbuah membenciku. Aku mengusap air mataku, lalu menghampiri Rifa yang sedang terisak melihat Doni terpuruk setelah dihajar oleh Mas Dafa. "Rifa," ucapku. Gadis itu menatap ke arahku, dan ...
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
TEARS of WITNESS

TEARS of WITNESS

ujar gadis yang wajahnya mirip perempuan asia tengah itu, mengingatkan Katnis. Dan tidak ada pilihan, Katnis pun mencoba mengguyurkan air ke tubuhnya secara perlahan dari ujung kepala hingga ujung kaki. 30 menit kemudian, Katnis sudah tampil berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya sudah dibalut kain tipis yang indah dan juga wangi. Dan kemudian, Katnis menemui Tuan Key. Mata Tuan Key berbinar menatap Katnis yang sudah terlihat lebih menggoda dari sebelumnya.
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Mantan Istri Jadi Adik Ipar

Mantan Istri Jadi Adik Ipar

Rafa memang belum mandi, tapi dia suka bau masam yang khas ini, dan entah kenapa membuatnya terasa nyaman. Aurel mengerjapkan matanya. Bersamaan dengan tangisan nyaring nan melengking milik Tania. “Tania!” Wanita tiga puluh tiga tahun itu dengan sigap menghampiri perosotan, mendekat pada Tania. Gadis kecil itu sudah tersungkur di rumput jepang yang cukup tebal. Bulu matanya yang lentik sudah lembab karena air mata. “Kenapa, Sayang?”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

"Meninggal dunia. Di makam ibumu, Tuan. Semalaman beliau menangis di makam ibumu." Alif lihat tubuh Abizar terhuyung dan ambruk jatuh. Lelaki itu berusaha menahan tangis, membuat orang-orang kebingungan dan sibuk menerka-nerka apa yang Alif katakan. Mawar langsung berjongkok menyamai tinggi suaminya. Air mata Mawar lolos, saat Abizar berusaha mati-matian untuk tidak menangis sekalipun dirinya seshock itu. "Innalillahi wa innailaihi roji'un." Abizar bisa merasakan bibir Maura menciumi dahinya, berusaha untuk menenangkannya.
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status