Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fantazia

Fantazia

tanya Ayah kepadaku Mengapa Ayah menanyakan hal ini padaku, “Kenapa memangnya Ayah?” “Para investor itu memberi tau Ayah bahwa ini adalah balasan untukmu, Ayah awalnya bingung, ada apa dengan mu sebenarnya?” 'sialan' umpatku dalam hati. “Sebenarnya ada masalah dari artikel yang baru aku terbitkan, yaa sebenarnya semua artikelku sangat sensitif,” ujarku sambil meringis karena membuat masalah ini.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Takhta Takdir

Takhta Takdir

Ketika mantra itu menghilang, luka pada tubuh Aaron masih ada dan lebih pentingnya, Aaron belum sadar. Namun Link tidak bergeming dan kembali melantunkan mantra Healing Ward. Kemudian, cedera pada tubuh Aaron perlahan-lahan mulai menutup dan mata yang sebelumnya putih mulai kembali terlihat normal. Link tetap tidak menunjukkan ekspresi apa pun dan terus menyelimuti tubuh Aaron dengan mantra Healing Ward. Tak menunggu lama, Aaron mendapatkan kembali kesadarannya. Matanya linglung dan kosong "Apa yang terjadi? "
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
AFRAID

AFRAID

Sosok Lastri malah menangis, menjerit putus asa, sesekali ia malah tertawa menunjukkan giginya yang menguning. ******* To be continue
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SUAMI YANG HILANG

KEMBALINYA SUAMI YANG HILANG

Aku menarik napas panjang, kembali menoleh ke arah Rafa yang sedang tertawa riang dengan teman barunya. “Kedatangannya hanya membuat dan menambah luka baru,” lanjutku pelan. Afrizal terdiam lama. Sementara aku, menatap Rafa yang masih tertawa lepas. Tawa yang jadi pengingat bahwa aku tak boleh menyerah , meski hatiku ini kembali hancur.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
WHEN TEARS FALL INTO RAIN

WHEN TEARS FALL INTO RAIN

[Aku hanya bisa melihatmu dari jauh dan menghabiskan hari – hariku dalam ketakutan dan ketidakpastian. Sendirian menghabiskan musim dingin di akhir tahun. Hanya mendesah cepatnya waktu berlalu. Jika akhirnya hancur, sayang sekali tak dapat menyelesaikan kata di dalam hati. ] Semua pengunjung café hanyut dalam nyanyian Rhea dan hanya bisa terpana memandang Rhea yang duduk di panggung. [Tidak berani berharap bisa bersamamu.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Tawa terlihat muncul yang seketika kembali tersaput kesedihan. "Saya bukannya ingin memancing pujian. Tapi saya merasa wajah ini biasa-biasa saja. Saya—saya tidak mengenali wajah saya sendiri. Bagaimana ini? Bagaimana?" Mata segelap onyx itu mulai bermozaik dan bersiap-siap akan mengeluarkan air mata. "Jangan! Anda sudah tahu bahwa saya tidak suka melihat air mata wanita. Atau saya akan pergi!"
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

n atau m.a.n.g.a_t.o.o.n Mohon maaf karena Thor tidak bisa melanjutkannya. Begitu besar penyesalan karena tindakan ini, tapi Pembaca tersayang masih bisa membaca cerita Thor yang lainnya di aplikasi ini. Masih ada : 1. TANYA HATIMU (END) 2. ISTRI KEEMPAT TUAN TANAH (END) 3. ,dan beberapa cerita baru yang sebentar lagi akan segera terbit
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Tubuhnya kurusnya memang mudah sekali terjatuh. "Maksud kamu apa, Nak? Ibu sama sekali tidak mengerti." Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang sudah terlihat keriput. "Ibu jangan pura-pura bodoh. Aku yakin ibu kesini cuma ingin mengambil Raffa dariku kan? Sekarang kembalikan Raffa padaku. Kalian sudah membuangnya untuk apa lagi kalian mengambilnya!" Tia menangis bersimpuh sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bu sutri memohon agar mengembalikan Raffa padanya.
8.733.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Bagian 93 “Aku … t-tidak h-ha-mil, Mas ….” Tari terbata-bata sekaligus tersedu saat mengatakan kalimat memilukan tersebut. Mata Mas Rauf kulihat semakin berkaca. Air matanya pun akhirnya sudah tak dapat lagi terbendung. Lelaki itu menangis. Namun, kulihat sudut di bibirnya melengkungkan senyuman.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Claudia's Gift Shop

Claudia's Gift Shop

Riana terkejut dengan tindakan Rafael “A-apa yang kamu lakuan?” Riana bertanya dengan setengah berteriak, namun tertutup oleh suara tangis Rafael, air matanya telah membanjiri tengkuk Riana. ”Kamu jangan menangis begitu dong, aku jadi tak tahu apa yang kamu pikirkan,” kata Riana. Sesaat kemudian Rafael melepas dekapannya, dengan tangannya ia mengucek matanya, membersihkan air mata dan cairan kental dari hidungnya.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tafia tears part 23
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status