Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Pengganti

Gadis Pengganti

tanya Felysia dengan raut wajah kecewa. "Bukan begitu. Sungguh aku tidak bermaksud mengusirmu," kilah Alif dengan nada membujuk. Ia mengusap lembut puncak kepala Felysia. Iris mata berwarna cokelat itu menatap lamat wajah wanita itu.
9.957.1K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Istri Muda Tuan Sadis

Istri Muda Tuan Sadis

Akhirnya Rania memutuskan untuk berlari pergi, sebelum air mata yang sudah menggenang cukup lama di pelupuk matanya menetes di depan Tama. Setelah berada di balik pintu ruangan Tama, Rania menangis. Dia bersimpuh, memegangi dadanya yang kesakitan karena harus menahan perasaannya sendiri. Tak pernah dia sangka, sikap dingin Tama sebagai respon atas kepergian Rania, membuat hati Rania sakit. Mulai sedikit takut Tama akan benar-benar melepaskannya. “Rania?” panggil Arif, yang tiba-tiba berdiri di samping tubuh Rania.
78.1K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Membela Anak dari Tuduhan

Membela Anak dari Tuduhan

"Saya ingin meminta Ibu Tiffany menceritakan sendiri malam mengerikan itu." Tiffany perlahan berdiri, dan berjalan ke kursi saksi dengan langkah gemetar. Setiap gerakan tampak menyakitkan, sulit, seolah gerakan sekecil apa pun akan merobek kembali luka-lukanya. Akting yang bagus. Dia duduk, menarik napas dalam, dan matanya kembali berlinang air mata. "Aku tidak akan pernah melupakan mata itu," katanya tercekat. "Penuh dengan … dengan amarah. Rian menatapku seperti .…"
8.8K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

tanya Vanika sambil memperbaiki posisi duduk gadis itu dan mengelap air mata Akifa dengan kedua ibu jarinya. Akifa menggeleng-gelengkan kepalanya dan wajahnya terlihat sangat merah padam. Matanya sedikit bengkak. Sepertinya ia menangis semalaman juga, pikir Vanika. “Orang tua aku, Kak,” “Kenapa orang tua kamu?” “Mereka berpisah. Mereka cerai,” tangis Akifa pecah dan memeluk kakak kelasnya itu dengan erat.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Om Duda vs Bujangan

Om Duda vs Bujangan

Talita menatap nanar dirinya sendiri. Wajahnya pucat dan air matanya menetes dari pelupuk mata. Buru-buru dia menyeka bulir-bulir bening yang berderai. Wanita itu menyeringai lebar dan menengok ke arah pintu kamar yang berderit. Tampak Raffi berdiri menyulam senyum manis. "Kenapa kamu sedih?" Melihat raut Talita yang sangat membuat Raffi khawatir.
1011.3K viewsOn holdAdded to Library 441 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Pelayan

Terpaksa Menikahi Pelayan

"Iya aku tidak akan pergi, berhentilah menangis atau air matamu akan habis." "Biarkan saja, kalau habis Tuhan akan mengisinya lagi, Tuhan tidak akan kehabisan persediaan air mata untukku," jawab Tia tidak kehabisan akal untuk menyangkal pernyataan Zafar. Laki-laki itu tersenyum mendengar Tia berbicara seperti itu, rupanya gadis itu masih bisa bercanda juga saat dirinya ketakutan seperti ini. "Jangan tinggalkan aku Zafar, aku sangat takut."
101.8K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

tanya Satria, "apa soal temen kamu yang tadi ada di—" "Iya," jawab Tiffany dengan begitu spontan. Air matanya mulai menembus pertahanan. Suara isak tangis pun akhirnya menyalut telinga Satria. "Maaf, ya, Kak. Tapi aku bener-bener nggak bisa nahan buat nggak nangis," ujar Tiffany sambil menutup kedua matanya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
LOL

LOL

Airmata itu kembali mengaliri pipinya, ia tidak bisa menghentikan beribu-ribu airmatanya. “Aku juga Ra, aku juga minta maaf. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, terimakasih untuk catatan yang kau buat. Aku dan Afriya akan menjadi teman berceritamu apapun yang terjadi. Hiduplah seperti apapun yang kau inginkan aku akan mendukungmu.” Liza menumpahkan airmatanya, segukan mereka masih terdengar. Mata mereka yang memerah menandakan mereka sudah menangis, mereka memasukkan buku harian itu kedalam lemari Liza agar tidak ada yang tahu. Ponsel Liza berbunyi menandakan telepon, Liza melirik sebentar siapa orang yang menelepon “Tao” nama yang tertulis disana. Liza menggeser layar dan mengeraskan pa
101.9K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as tafia tears part 23
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status