Lusia
“Lucu.... “ celetuk Aaron, ia belum menanggapi permintaan maaf Lusia.
Sedangkan Lusia yang mendengar ucapan barusan, malah tak mengerti.
Apa sekarang ia akan mencemoohku? Tanya Lusia di dalam hati. Buru – buru ia menatap Aaron. Dan dengan cepat, laki – laki itu juga menatap Lusia. Mereka saling berhadapan sekarang.
Dan yang Lusia lihat sekarang, Aaron sedang tertawa pelan sembari memejamkan matanya, tangnya ia gunakan untuk memukul – mukul perutnya yang terasa geli ketika tertawa.
Hot Chapters