Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Aku gak sendiri, Arga... kamu di sini, kan?” Kalimat itu terus berputar di benaknya. Ia tersenyum tipis meski matanya masih menyimpan cemas. “Dia kuat, ya?” gumam Rani pelan. “Lebih kuat dari siapa pun,” jawab Arga tanpa menoleh. “Tapi tetap saja, aku gak tenang sebelum bisa genggam tangannya lagi.” Mereka terus maju, hingga tiba di sebuah celah batu besar yang bersinar terang. Di tengahnya, tampak ukiran kepala singa putih sama persis dengan simbol yang dulu muncul di tangan Ratna.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Jodoh Terbaik Sang Dokter

Jodoh Terbaik Sang Dokter

tanyaku menanggapi ucapannya dengan candaan garing. "Ish! Buruan! Siapa tahu mau dijodohkan sama anaknya yang ganteng itu." "Ngaco!" "Siapa tahu, kan?" Rani kembali menoleh ke arahku, kemudian menaikturunkan sebelah alisnya. Sementara tangan kanannya memegang handle pintu. "Buruan!" perintahnya lagi. "Iya, iya. Bawelnya ngalahin emak-emak."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Rendra tidak menoleh saat Riani duduk. Setelah keheningan yang terasa seperti berabad-abad, Rendra berbalik. Di tangannya ada selembar dokumen. Dia meletakkannya di atas meja, lalu mendorongnya perlahan ke arah Riani. Kertas itu bergeser dengan suara halus, tetapi terdengar seperti pisau yang diasah bagi Riani. “Tanda tangani itu,” kata Rendra. Suaranya datar, namun setiap suku kata terasa seperti bongkahan es yang padat. Tidak ada nada tanya, hanya perintah akhir.
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

"Semua sudah berlalu. Nantinya kalau ada apa-apa, cari saja aku atau Tamara." "Baik, kalau begitu aku pergi dulu." Baru saja Rani berbalik, dia bertabrakan dengan Silvia yang baru kembali. Tas di tangannya jatuh, kartu namanya tergelincir ke lantai. Silvia melirik kartu itu, ekspresinya berubah drastis, dan dia menatap Rani dengan tajam. "Kamu Rani Kunaini?" "I-iya."
9.7163.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Perempuan Pilihan Istriku

Perempuan Pilihan Istriku

Cepat Rani merebut tas yang dirampas sembari memberikan tiga buah tinju ke perut hingga membuat lawan tak berkutik lagi. "Siapa kamu, Kupret?" maki lelaki gondrong marah tak terima atas perlakukan Rani padanya. Rani menyeringai lantas tersenyum sinis. "Kamu bisa baca ini." Tunjuk Rani pada name tag yang terpasang di bajunya. "Cepat pergi, sebelum kesabaranku habis! Andai tidak ingat dosa ingin kupuntir lehermu tadi. Nyopet kok di masjid. Dasar, manusia kurang adab!"
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

Sorot mata Bara terkunci tajam pada layar ponsel Roland yang masih menampilkan siaran langsung dari ruang rapat utama kantor pusat. ​Di layar tersebut, pria bermata kiri abu-abu tampak berdiri dengan angkuh di hadapan para direksi, mengangkat selembar dokumen resmi yang baru saja ia buka. Di atas kertas berlogo negara itu, memang tertulis nama Bara Arthur sebagai pihak pertama. ​Namun, ketika mata Bara membaca lebih jauh pada kolom berikutnya, darahnya seolah berdesir dingin. Nama mempelai wanita di dalam akta pernikahan tersebut bukanlah Anjani.
10532 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Idola Ranjang

Idola Ranjang

tanyanya, "Ya Tuan, Anda benar!” Jawabnya sambil menatap mata pria itu dalam. Kini, aku tidak takut lagi berhadapan dengan pria asing. Well ... aku Shaylenna si IDOLA RANJANG! Batinnya menguatkan.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

ucap Rania pada petugas registrasi. "Oya, silakan masuk ke ruang itu! Ini id card nya dipakai, ya!" Seulas senyum tersungging di bibir Rania setelah menerima id card dan mengucapkan terima kasih. Dia lalu menyematkannya di kemeja Elzam.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Dia tersenyum, lalu meraih tas selempang yang tergantung. "Tunggu, Tante!" Panggilan Galih menghentikkan langkahnya. "Ya?" "Kita belum tahu nama Tante." Lagi, wanita itu tersenyum. Kali ini sangat tulus dan lembut. "Niar. Nama tante Niarti Pertiwi!" . . . Bersambung ....
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Raquel maharani putri, yang sering dipanggil rani, rani adalah seorang gadis yang bekerja disebuah kafe menjadi seorang waiter's, dia dulunya tinggal dipanti asuhan namun setelah dia kelas 2 sma dia keluar dari panti itu untuk mengurangi beban ibu panti.
927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tanda tangan rani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status