Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Ini lebih menyerupai bangsal rumah sakit pribadi, dingin, steril, dan terlalu sunyi.
Tubuhku masih terasa remuk.
Sisa demam semalam meninggalkan rasa pegal yang menjalar dari tengkuk hingga telapak kaki, seolah setiap sendi dipaksa bekerja melewati batasnya. Kepalaku tidak lagi terbakar, tapi denyut konstan di pelipis mengingatkanku bahwa aku belum sepenuhnya pulih. Setidaknya api itu telah padam, digantikan oleh bara kecil yang berdenyut perlahan.