My Arrogant Lawyer
“Aku mau tanya dan silakan kamu renungkan baik-baik. Seberapa banyak teman yang kamu punya? Teman yang benar-benar tulus mandang kamu, tanpa melihat kamu itu anak, dan cucunya siapa? Kapan terakhir teman-teman sekolah, atau kuliah, ngubungin kamu cuma untuk sekadar kumpul-kumpul? Atau, kamu cuma dihubungin, pas mereka lagi butuh dana buat acara amal atau apalah di luar sana?”
Baru kali ini Mai terdiam, ketika ada seseorang yang mendebatnya dengan runtutan kalimat yang benar-benar menusuk. Hati Mai benar-benar panas kali ini, tapi ia tidak mampu membalik dan menyanggah ucapan Raj sedikit pun.
Bab Populer