Kita yang Terluka
Dia menghela napas panjang karena bisa mengerti perasaan Zahra yang pasti merasa tidak nyaman dengan ucapan anaknya tadi.
“Kita itu harus punya banyak teman.” Indra mengangguk saat Rika menoleh ke arahnya. “Kita butuh teman agar tidak merasa sepi dan bisa saling membantu kalau ada perlu. Bayangkan kalau Rika tidak ada teman, pasti kadang akan merasa kesulitan karena apa-apa harus sendiri. Misalnya menyapu kelas, kalau ramai-ramai pasti terasa ringan, kalau sendiri pasti Rika akan merasa berat melakukannya.”
Rika mengangguk pelan, sepakat dengan apa yang Indra katakan. Sesekali, dia masih menoleh ke arah tempat menghilangnya Zahra tadi, berharap semoga mamanya cepat kembali bersama mereka.
Bab Populer