Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bhu & Akra

Bhu & Akra

“Tasha hanya salah berbicara, jangan dianggap serius Ana. Lebih baik kita bicarakan hal lain. Kita bertemu di sini untuk happy-happy, kan?” Tapi Ana tidak mau membiarkan hal ini begitu saja. “Tidak. Katakan lebih dulu, apa yang tadi kamu maksud Tasha! Aku yakin jika itu bukan hal yang tidak disengaja. Kamu memang berniat mengatakan hal itu.” Tasha tergagap, “A-Ana—” “Permisi, ada titipan untuk Ana.” Ana menoleh pada seorang pelayan yang baru saja memotong ucapan Tasha. Pelayan tersebut memberikan sebuah amplop berwarna cokelat pada Ana. “Siapa yang mengirimkan ini?” tanya Ana.
1012.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 396 Beses bilang tasha said
Read
+Library
CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

Shella malah berkata dengan lugas, "Selama Kakak suka, aku nggak masalah, jangankan satu tas Hermes, sepuluh Hermes dan sepuluh tas Chanel saja akan aku belikan." "Wah, Shella kaya sekali," kata Thasia dengan tertawa. Shella sedang serius, tapi saat melihat Thasia mentertawakannya, dia sadar wanita itu sedang bercanda. "Kamu nggak serius, 'kan? Kamu sedang meledekku!" Thasia menggandengnya. "Nggak, aku hanya bercanda, kamu juga lihatlah apakah ada yang kamu suka."
9.5201.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.6K Beses bilang tasha said
Ipakita ang mga Review (82)
Read
+Library
Rasmahwati
kisah Tasia dari bab 1 sampai bab 241, seolah-olah melewati kisah panjang dengan kejadian2 yg begitu rumit, tp ternyata hanya beberapa bulan sj, karena sejak kejadian di hotel sampai bab 241 usia kehamilannya ternyata tidak lebih dari 5 bln saja..
cdsu2415
kapan jilid 2 nya Thor? atau jangan² emang endingnya kek gitu. Macam Stephen Spielberg. lagipula jilid 2 juga udah ketebak kan. musuhnya ketangkep semua. happy ending. atau kalo sad ending ya berarti kek gitu dengan pengorbanan masing²
Basahin ang Lahat ng Review
Dear, Pak Dokter

Dear, Pak Dokter

tanya Reanna tiba-tiba. "Kenapa memangnya?" Tisha balik bertanya. Namun, seketika kepala cantiknya menemukan sebuah jawaban tanpa sahabatnya perlu katakan. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangan, seiring matanya yang tampak berbinar. "Ah, astaga! Apa kamu—" Reanna tersenyum kecil, seakan mengerti kelanjutan ucapan yang belum sempat Tisha selesaikan. "Kamu benar."
1019.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 593 Beses bilang tasha said
Read
+Library
JERAT OBSESI SANG CEO KEJAM

JERAT OBSESI SANG CEO KEJAM

Tama menoleh, menatap tajam ke arah Zahra yang sedang menatap lurus kedepan. "Jangan pernah berani menyebut nama Tasya dengan mulutmu yang penuh dengan tipu daya itu," ucap Tama tegas. Zahra menoleh ke arah samping. "Kenapa Tuan? Kenapa saya tidak boleh menyebut nama Tasya. Dia sahabatku. Sahabat terbaikku," ucap gadis itu lagi. Setelah dia menguatkan tekadnya untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah di hadapan Tama, sedikit demi sedikit keberanian di dalam dirinya muncul. Zahra yang dulu sangat tegar kembali hadir.
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 150 Beses bilang tasha said
Read
+Library
Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

sambungnya. “Seru yah Bell, kita di sini cuman nonton. Biarkan mereka yang bertindak, di penghujung acara kamu tinggal menampakan diri,” tutur Tasha. Aku menganggukkan kepala, baguslah ia tahu rencanaku. “Nonton saja, belum saatnya keluar,” pungkasku. ****
9.5133.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.3K Beses bilang tasha said
Read
+Library
Karyawan Magang Jadi Jutawan

Karyawan Magang Jadi Jutawan

Tasha menghampiri Alex di dekat kolam renang belakang rumah. “Aku tahu kamu tidak suka denganku. Tapi, aku tidak bisa menolak karena Mamamu.” Tasha duduk di depan Alex dan Bryan. Dasar perempuan matre, tidak tahu malu.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang tasha said
Read
+Library
Dicintai Dua Sahabat

Dicintai Dua Sahabat

tanya Kevin akhirnya bicara juga. "Makan dulu aja laper ni" jawab Tomy memelas. "Gue setuju ama Tomy, gue udah laper juga" sambung Tasya setuju. Keysha menatap Tasya dengan kesal. "Makanya lain kali main itu ingat waktu Sya" ingat Keysha dengan nada sedikit ditekan. "Siap dilaksanakan dokter Key" sahut Tasya sedikit mengejek.
8.84.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 157 Beses bilang tasha said
Read
+Library
Hestia

Hestia

timpalnya lagi. “Sok tau,” dengus Tashi sambil tersenyum masam. Patra sendiri tidak bisa menebak apakah perempuan di sebelahnya sedang marah, sedih, atau sinis dengan hidupnya yang berjalan melenceng dari prinsipnya dulu. Nikmati masa muda yang hanya sekali.
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang tasha said
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

teriak Tisha “Kamu kan orang,” ucap Yura pelan “Tidak ada orang! Tidak ada orang! Pergi! Bunda marah! Tidak ada orang!” ucapnya tanpa berhenti. “Tisha!!! Nama kamu Tisha kan?, aku orang baik, aku bawa banyak makanan,” ucap Yura dengan lembut. “Makanan? Makanan? Jajan? Mana? Aku mau makanan. Tisha mau jajan,” ucap Tisha berulang kali.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang tasha said
Read
+Library
REVEAL

REVEAL

Pikirnya sedikit tidak percaya. "Sha, emangnya kamu sekarang dimana?" tanya Tasha memelankan suaranya. "Gue lagi ngumpet di gang sebelah kampus, lo-" Suara kembarannya diseberang sana terputus. Berikutnya Tasha mendengar saudara kembarannya itu berteriak yang seketika membuatnya berlari keluar kampus itu.
106.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 168 Beses bilang tasha said
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status