Istri Ke-4 Tuan Tanah
Pria itu tersenyum, “Hanya teman. Lek Tejo kan tahu, mana ada gadis yang mau dengan pria melarat sepertiku ini?”
“Hahahaha.” Lek Tejo memukul punggung pria itu beberapa kali, tak terlalu keras, hanya memberi semangat saja. “Banyak pelayan di sini, tapi kuakui kalau seleramu sangat tinggi, Siti cantik dan baik, kulitnya putih, tutur katanya sopan, kamu pandai memilih kekasih.” puji lek Tejo lagi.
Pria itu ikut tertawa, “Dia sangat keras, sangat sulit mendekati Siti, sepertinya akan mustahil.”