Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

Baunya seperti permen karet, pikirnya, mengingatkan Big Babol favoritnya saat masa-masa SMA. Matanya kemudian tertuju kebawah. Pedestrian walk tersebut masih basah akibat hujan kemarin malam. Alex melihat banyak sekali kelopak-kelopak bunga yang jatuh dari pohon. Alex sangat suka musim semi, tetapi membersihkan ankle boots hitam ASOS-nya dengan kelopak bunga tersebut menyangkut dibawah sol sepatunya ialah lain cerita. Melanjutkan perjalanannya lagi, di sebelah kanannya terdapat bangunan bergaya klasik Victoria yang di cat bewarna ivory membuat kombinasi yang indah dengan pohon Magnolia. Seperti gulali pastel yang membaur dengan lembut.
84.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Matanya penuh senyum. "Prosedur pemulangan telah selesai. Ini bunga yang dipetik kedua anak pagi ini. Mereka ingin mengucapkan selamat atas kepulangan dari rumah sakit." Nathan dan Nolan bersandar di kedua sisi. "Tante Emily, lihat, masih ada embun di bunga-bunga ini!" "Tante Emily, bunga-bunga ini membuatmu terlihat sangat cantik!" Brian menggenggam tangan Emily, kedua anak itu mengikuti di sisi kiri dan kanannya. Mereka berempat meninggalkan bangsal, membuat para perawat di belakang mereka iri.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Bab 28 – Palingan Tobat Sambal “Lucu banget. Lihat Mas. Beli ini ya ya ya?” tanya Wenda penuh harap. Dia memegang sepatu merah mungil dengan hiasan bunga kecil di atasnya. “Kan mbak belum tahu cewek apa cowok bayinya.” Ketus Ria yang dari tadi merengut selama di baby shop.
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Passionate Devil: Selir yang Terluka

Passionate Devil: Selir yang Terluka

Rasanya hampir tidak bisa dimungkiri bahwa dia akan merasa putus asa di sini. Secara tentatif ujung jari Avanthe menyentuh bunga peony dengan warna burgundy pekat, terisolasi pada lantar bunga lain yang begitu kontras. Sangat cantik. Bentuknya yang diliputi kelopak besar semacam hal mengagumkan. Dia nyaris hanya terpaku hingga suara berat dan dalam yang asing, muncul dari tempat tersembunyi. “Apa serbuk sari menjadi makanan kalian setiap hari?”
1010.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Reza kemudian masuk dengan tergesa-gesa dan langsung melihatku terbaring di tengah ruang tamu, dikelilingi oleh bunga-bunga, dan mengenakan gaun ungu kesukaanku. Namun, mataku tertutup dan aku tak dapat melihatnya lagi. Melihat pemandangan itu, aku tak bisa menahan tangis. Aku mendekat dan meraba wajahku, yang sepertinya masih menyimpan bekas air mata. Tiba-tiba, aku melihat Reza berlari ke arahku. Dia bertindak seperti orang yang kehilangan akal, mengangkat semua bunga yang ada di sekelilingku sambil terus mengoceh, "Rania punya asma. Di rumah nggak boleh ada bunga! Dia bisa merasa nggak nyaman karena serbuk sari. Kenapa kalian menaruhnya di tengah bunga seperti ini?"
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

“Eh, liat deh, Nay. Kembang sepatu yang kita tanam kemarin udah mulai keluar kelopaknya. Cantik banget warnanya, merah tua.” Nayara ikut menunduk, matanya berbinar. “Iya, Ma, kayaknya besok mekar penuh. Aku suka banget kembang sepatu, soalnya dari kecil Mama juga punya di halaman rumah.”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Mata Azura tiba-tiba teralihkan dengan sebuah bunga indah berwarna ungu. “Ah bunga ini!” kata Azura. “Iya, itu bunga,” sahut ketus Seam. “Kalau tidak salah bunga ini namanya bunga telang, benar tidak?” tanya Azura. “Itu bunga Clitorea ternatea,” jawab Seam. “Hah? Apa itu?” “Ya itu nama bunga itu.” Azura terdiam sejenak. ‘Hm, mungkin saja itu nama khusus untuk bunga ini di dunia ini.’
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

“Sepatu yang dipakai perempuan di video itu memang hanya ada tiga di Indonesia, tapi aku yakin KW-nya ada satu juta.” “Syukurlah kalau begitu.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Awalnya aku sangat cemas akan ketahuan karena hari ini diriku memakai sepatu yang sama dengan sepatu yang aku gunakan saat pesta. Namun setelah tahu kalau ada banyak barang tiruan, hati ini pun menjadi tenang. “Eh, aduh,” celetuk Bunga saat permen yang dia buka melompat ke lantai. Gadis itu pun langsung mengambilnya, dan beberapa detik kemudian dia berteriak, “AAH…!”
1027.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai teh bunga sepatu
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Shanum Belle
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca buku ini. Saya sungguh bersyukur atas dukungan kalian. Ngomong-ngomong, buku keduaku di Goodnovel sudah tayang berjudul Jadilah Pedangku, Sayang! Buku tersebut memiliki nuansa yang jauh berbeda dengan buku yang satu ini. Semoga kalian suka.
Baca Semua Ulasan
MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bisnisnya sudah autopilot juga, jadi hanya sesekali dirinya akan melihat ke rumah makan yang dikelolanya. “Enggak tahu, Bang! Di kampung gak ada juga bunga kayak gitu! Tahunya itu aku bunga melati, karena rumpunnya bisa tumbuh liar di kebun! Ada bunga sepatu yang biasa dijadikan pagar. Emang kenapa sih beli bunga itu?” selidik Rinai.
9.9259.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai teh bunga sepatu
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Novan Sulistiawan
Sangat bagus, menginspirasi dan banyak sekali pesan pesan moralnya. Ceritanya nggak bertele-tele dan Semoga kedepannya author makin sukses dengan kisah2 positif lainnya. Terimakasih banyak atas karya nya ...
Mang Tarja
ceritanya seru dan menarik.. saya suka dgn alur cerita yg tidak monoton terutama bisa buat jantung kaya naik roller coster terimakasih sudah mengisi waktu luang saya dgn cerita sebagus ini saya ikuti terus cerita2 yg lain dari author ini sampai selesai.
Baca Semua Ulasan
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

Mungkin Adelin punya alasannya sendiri. Demikian pengalaman Adelin dengan penyusup itu. Setelah melihatnya dengan mata kepala sendiri, rasa penasaran Adelin seolah terjawab. Penyusup itu pun tak pernah datang lagi sampai Erlangga kembali pindah ke mansion utamanya. Namun kisahnya dengan penyusup ternyata belum berakhir, di hari pernikahan Arga dan Lily, di saat-saat terakhir, ada segerombolan merpati terbang di atasnya, mereka menaburkan kelopak-kelopak bunga yang disambut suka cita oleh semua yang hadir. Adelin mengingat-ingat, rasanya ketika Dio menerangkan detail acara pernikahan itu, dia sama sekali tak menyebutkan soal merpati. Saat semua mata tertuju pada merpati-merpati itu, ada satu
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai teh bunga sepatu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status