Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DENDAM LUKA LAMA

DENDAM LUKA LAMA

"Mari, silakan duduk!" Rendy duduk mengikuti Pak Budi, nama ayahnya Tara. Lalu dari dalam muncul wanita setengah baya berjilbab hitam dan gamis coklat. Membawa nampan besar berisi teko isi teh, empat cangkir, dan kue talam. Dia sudah tahu kalau sore itu anaknya pulang membawa teman.
10182.5K viewsCompletedAdded to Library 5.5K Times as teks dangdut
Show Reviews (44)
Read
+Library
Laely Nurhayati
ceritanya menarik, bahasanya bagus, karakternya mewakili budaya kita pada umumnya yang menjunjung tinggi nilai dan norma, menggambarkan bhw penulis sangat menjunjunv tinggi nilai2 luhur budaya dan agama
moonrose
hmm kenapa vania maafin sagara? apa cinta bisa segitu bodohnya ya. 7bulan lost contac, tapi masih anggap suami dan akhirnya gak jadi cerai. apalagi tau alasannya knp sagara gitu ya harusnya vania tau diri sih.
Read All Reviews
DENDAM ANAK LELAKIKU

DENDAM ANAK LELAKIKU

] Dengan ragu dia menekan tombol send setelah mengetikkan kalimat itu. Satu menit, dua menit dia menunggu, tapi pesannya tidak juga terbaca. Hingga kemudian, dia mencoba untuk melakukan panggilan telepon. Mayla menekan nomor kontak Raka. Namun baru beberapa kali nada sambung, gadis kecil itu segera membatalkan panggilannya.
1051.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as teks dangdut
Read
+Library
CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta

protes Tias “Ya sudah, lagunya dangdut aja kalau begitu. Ambilin gitar,” ucap Ilham. Dia mulai dengan intronya. “Udah mulai,” ucap Ilham. “Apa lagunya?” Ilham memutarkan lagu aduh-aduh Bang Kadir, jangan tinggalkan aku .... “Aku nggak bisa ....” “Habisnya lagunya apa, dong?” “Gini aja, deh. Aku yang nyanyi, Mas yang gitar.”
9.730.7K viewsCompletedAdded to Library 705 Times as teks dangdut
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as teks dangdut
Read
+Library
Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman

Seringkali Galang harus berhadapan dengan pihak berwajib akan tetapi selalu saja orang tua Galang yang tidak tega melihat anaknya harus berada di penjara segera mengeluarkan anak bengalnya ini. Selain membuat keonaran, Kelompok Galang ini dan juga kebanyakan anak-anak muda di jaman itu dan di sekitar suka sekali menonton pertunjukan musik dangdut atau juga organ tunggal yang mendatangkan para penyanyi dangdut dengan goyangan-goyangan yang membangkitkan gairah laki-laki. Dan di hari itu di alun-alun Kota Rembang telah kedatangan seorang penyanyi terkenal dari Jawa timur yang sekarang ini menjadi seorang penyanyi dangdut top dan terkenal di Ibukota Jakarta dan seantero Indonesia .
102.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as teks dangdut
Read
+Library
Duda Ganteng Meresahkan (Dugem)

Duda Ganteng Meresahkan (Dugem)

tanya Alex akhirnya setelah beberapa saat. Dini mendongak untuk menatap wajah tampan yang sangat disukainya. "Karena hanya Pak Alex yang saya sukai. Kan saya sudah pernah bilang kalau saya akan dapetin hati Pak Alex," jawabnya. Pria itu melirik sebentar. "Aku ini duda, Din. Sudah punya anak satu. Dan aku cocoknya jadi bapak kamu. Bukan suami kamu," jawabnya kembali menggunakan bahasa informal.
11.1K viewsCompletedAdded to Library 398 Times as teks dangdut
Read
+Library
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Jadi Lia sungguh tidak punya banyak pengalaman dengan anak-anak. "Aku Lia. Kamu bisa panggil aku Tante Lia." Lia berjongkok agar tinggi mereka sejajar. Wanita itu menyerahkan tangannya untuk dijabat oleh Gilang. "Gilang enggak suka ya sama Tante." Lia mengerutkan kening. "Yang tadi itu Papanya Gilang, Tante jangan macem-macem." Gilang yang kelihatan imut itu menyilangkan tangan di dada.
774 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as teks dangdut
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

tanya wanita tua dengan penampilan memakai baju kebaya berwarna kuning khas jawa dengan kain batik berwarna coklat hitam tidak lupa rambutnya yang terpasang sanggul berwarna hitam kecoklatan. "Walaikumsallam, Alhamdulillah aku baik jeng, mari silakan duduk, dimana Vera?" "Sebentar lagi akan sampai dengan papahnya!" Ardian memasang senyum palsu di wajahnya, ia merasa berat untuk melakukan perjodohan yang tidak mungkin ia lakukan sementara ia sudah memiliki istri. "Nah itu dia!" tunjuk wanita tua itu ke arah wanita yang datang bersama seorang pria yang Ardian kenal sebagai Aidin.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as teks dangdut
Read
+Library
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

Terdengarlah sahutan jahil dari tamu undangan sementara aku makin bengong. Lah, kok Tsabit nanyanya mau sundaan atau dangdutan? Emang Tsabit bisa sundaan? Bukannya dia keturunan Jawa? "Dangdutan aja!" "Sundaan aja!" "Apa aja, pokoknya mah digoyang Mang!" "Ayo, deurken! Musyrik eh musik!"
9.8396.3K viewsCompletedAdded to Library 11.1K Times as teks dangdut
Read
+Library
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Kata Teh Reni yang sejak tadi berceloteh di bangku depan, sebentar lagi mereka akan tiba di desa tujuan, Desa Kumpeh. Gadis sendiri cukup menikmati pemandangan yang terpampang di kiri jalan. Pepohonan rimbun menyejukkan mata, sangat jarang dia temui di sekitar rumahnya. Apalagi sekarang lagi musim buah duku. Buah yang kulitnya berwarna cokelat muda itu banyak sekali dijajakan di tepi-tepi jalan, dan itu menggiurkan bagi Gadis. Sepulang nanti dia berniat akan meminta Teh Reni mampir dulu membeli buah duku untuk ibunya di rumah.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as teks dangdut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status