Suamiku Menghilang Setiap Malam
“Hmm ... dan untuk Mama .... “ sambungnya dengan memberikan boneka barby dengan baju santai, celana pendek dan tanktop, ke udara.
Eh! Aku bergidik ngeri, bulu kuduk jadi berdiri padahal ini masih pagi juga. Kulirik boneka yang tergeletak di samping kiri Naura, siapa yang ia maksud dengan mama? Kalau denganku mereka masih menambahkan embel namaku yaitu Mama Sindy. Apakah ... roh Mama kandung mereka ada di sini? Aku mulai menerka-nerka, dengan pandangan fokus kepada boneka itu.
“Ma, ayo pegang bonekannya! Kita main berempat, sama Mama Sindy juga, dia baik kok,” ujar Naura lagi dengan menoleh ke kiri, di mana bonekanya masih tergeletak.
Sikat na Kabanata