Suami Malang Tunarunguku
ujar Jennie sambil berusaha tetap tersenyum.
Nyonya Kim menatap putrinya lekat-lekat melalui layar. “Kau tidak benar-benar sendiri, kan?”
Jennie mengangkat bahu, “Ada pasien, ada perawat, ada kolega di sini. Tapi ya... tidak seperti di rumah.”
Tuan Kim kemudian bertanya lagi, “Kau masih sering sakit kepala, Jen?”
Jennie mengangguk pelan, menunduk sesaat, “Kadang. Tidak seperti dulu, tapi tetap muncul kalau aku terlalu stres. Biasanya setelah operasi panjang atau kalau terlalu banyak pikiran.”
Hot Chapters