Tiba-Tiba Dimadu
Ia angkat dan dekatkan, kuperhatikan beberapa saat dan kami saling pandang.
"Satu garis?"
Aku dan mas Rafiq saling pandang.
Dan kembali memperhatikan benda itu hingga perlahan warna ungu bergerak menuju garis yang satunya, dua garis!
"Dua garis Mas, ya Allah," seruku gembira.
"Benarkah?" Mas Rafiq menimbang benda itu sekali lagi.
"Iya benaran, positif, ya lalu, Alhamdulillah," ujarnya lalu melakukan sujud syukur.
Hot Chapters