Noda Dalam Pernikahan
Tetapi, sebisa mungkin aku tidak akan terpancing dengan ucapannya, yang aku yakin sekedar untuk memanas-manasi hatiku.
"Oh begitukah, selamat!" ucapku sambil mengulurkan tangan dan memberikan senyum termanis yang kupunya. Anita pikir aku akan terpancing dengan sandiwara receh seperti itu, tidak! Tidak akan.
Bre*gs*k, ternyata lelaki itu telah menanam benih pada wanita lain. Mengingat itu aku benar-benar merasa muak dengan Mas Arya, aku pikir pernikahan yang katanya terpaksa hanya omong kosong. Tetapi, mana mungkin juga seokor kucing menolak dikasih ikan. Ah, memikirkan itu benar-benar membuat kepalaku terasa nyeri.