Bimbingan Malam Dengan Dosenku
Bachtiar putrikenapa alis terasa sakitbagaimana rey bisa terjatuhfoto lagi rebahan di kamarnovel alira dan fahri bab 38
Darah segar berwarna merah pekat segera merembes keluar, menetes di atas talenan kayu, berbaur dengan air mata yang jatuh satu per satu.
Alya mematung menatap jarinya. Rasa perih dari luka itu tidak sebanding dengan hantaman di dadanya, namun melihat darah yang terus mengucur membuatnya panik. Ia segera menyalakan kran, membiarkan air dingin membasuh lukanya.
"Kenapa nasibku begini banget, ya Allah..." isaknya lirih, menyandar pada pinggiran wastafel dapur.