DENDAM
"Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!"
"Siapa namanya?" tanyaku.
"Romina, kelahiran tahun 1945."
Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
Setahuku, orang yang pernah menginginkan kematian Alena, hanyalah Amira.
Aku memukul keras setir mobil, rasanya kepalaku mendadak sakit dan berat. Bahkan sudah satu hari ini, aku tidak bisa tidur karenanya.