Istri Rahasia
Namira menangis di dada Reyshaka, pelukannya erat sekali menunjukkan seberapa besar rasa takut yang dia punya.
“Hanya mimpi, Nami … itu hanya mimpi.” Reyshaka menenangkan sembari mengusap-ngusap kepala dan punggung Namira.
“Tapi rasanya nyata, Mas … ini bukan mimpi, ini kilasan saat mereka memperkosa aku … jelas sekali,” kata Namira, tubuhnya belum berhenti bergetar.
Sekarang Reyshaka benar-benar percaya ucapan Indra tentang kebiasaan Namira yang sering berteriak saat tengah malam dan ikut merasakan ketakutan yang melingkupi istrinya.