Sang Penakluk
‘Jika mengejar kisah indah harus kulalui dengan air mata berdarah, maka akan kugadaikan seluruh darahku untukmu!
Indira tersenyum dan menyukai kalimat tersebut. Kata-kata yang orisinil dan terkesan begitu mendalam juga sakral. Ia tidak lagi memikirkan siapa pengirim buku yang begitu baik memberikan novel cetakan pertama yang bahkan belum beredar di toko buku mana pun,
Judul buku itu sangat menyentuh Indira.
‘PESAN UNTUK WANITAKU’
Dengan tidak sabar, Indira membaca buku yang tidak begitu tebal dengan semangat. Bab pertama hingga kesepuluh, membuat Indira mengernyit.