Shadow of The Past
Ada sebatang rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan tengahnya.
“Apakah kau bahkan bisa tidur?” tanya Airi, tahu pada gangguan tidur yang diidap sang lelaki.
Kei mengulas senyuman malas.
“Ya,” gumamnya. “Aku mendapatkan malam yang luar biasa. Kenapa pula aku tak bisa tidur?”
Airi berjalan mendekat, ikut bersandar pada pagar dinding balkon apartemen.
“Insomniamu cukup parah,” ungkap Airi. Dia mengerling, menatap Kei dengan serius. “Kau perlu mengobatinya dengan benar. Membiarkannya terus ada tidaklah baik.”