Yang Terpilih
Sepanjang sore obrolan berlanjut, hanya ketika Rosa merasa air susunya sudah penuh, dia mencari alasan untuk pergi.
Pukul satu malam, Ebo’ terbangun. Sudah bertahun-tahun tidurnya tidak bisa penuh. Ada saat-saat tiba-tiba terbangun begitu saja. Tanda-tanda manusia yang sudah tua.
Ebo’ mendengar dengkuran halus anaknya, dia menyalakan lampu kamar. Suaminya masih terlelap di sofa panjang.
Ebo’ duduk di samping Rosa yang tidur membelakanginya. Menatap rambut hitam panjang anaknya yang tempak begitu sehat. Dia menciumi kepala anaknya, seperti di waktu Rosa masih kecil.