Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

“Berapa lama lagi?” “20 menit.” Salah satu hal menyenangkan jadi hantu adalah bisa intip layar ponsel orang-orang. Saat itu, pesan-pesan dari grup keluarga bermunculan satu per satu di ponsel ayah Julian. [Semuanya, bersiap-siap! Pengantin akan tiba dalam 20 menit!] Tim pernikahan membalas dengan emoji jempol diikuti beberapa foto. Sebuah tempat pernikahan yang romantis dengan nama Julian dan Kelly yang terpajang di layar besar.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

“Iya…iya gak apa-apa! Maaf ya, Aku malah ajak Kamu jalan-jalan.” “Gak apa-apa, Aku seneng kok! Besok kalau ada waktu Kita ke sini lagi.” Delia nampak senang wajahnya begitu sumeringah ia lalu meminta Damar agar berjanji mengajaknya ke sini lagi besok. “Damar janji ya! Kamu ajak Aku ke sini lagi.” “Iya pasti, kalau ujian kelulusan berakhir pasti Aku akan mengajakmu ke sini lagi.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
DIA MENGIKUTIKU

DIA MENGIKUTIKU

tutur Alfa memberi saran "Iya bagus, kali ini aku jadi Neng Eli" "Neng, Neng minta nomer wangsapnya dong" ucap Zio menggoda Malik yang sudah berubah menjadi Neng Eli. "Ew ada buaya, tolong" kami tertawa geli. "Tolong saya, saya tersesat" tiba-tiba Malik berteriak mengucapkan hal itu "saya tersesat, tolong" Kami hanya mengira Malik bercanda
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

Brakkss~ Brakksss~ Brakssssss~ "Tolong .. Tolong .. Siapapun diluar tolongin gueee .. Tolong .. Tolong!!" Adelia berteriak lebih keras lagi sampai membuat tenggorokannya pun serak. Brakkss~ Gedoran terakhir yang ia lakukan masih tidak membuahkan hasil. "Ya Tuhan! Kenapa nggak ada orang sih!" gadis itu mengeluh seiring dengan tubuhnya yang mulai melemas. Hingga kini, Adelia pun terduduk seraya menyender pada pintu, menatap layar ponselnya yang sedang tidak bersahabat dengannya. "Dicky .. Tolongin gue!" gumam Adelia dan di waktu yang bersamaan satu tetes air mata yang bergerak menuruni pipinya.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

​Dari: S (Gilang) "Payungnya bocor, Ya. Gue capek meganginnya. Tangan gue pegal. Gue pengen ada di sana sekarang. Di sofa lo. Makan mie instan kuah. Diem. Nggak usah senyum. Nggak usah pura-pura."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

“Hah. Mau apa dia?” “Nanti Abang juga tau. Abang susulin aku ke sana ya.” “Ya sudah. Hati-hati ya.” “Iya. Assalamualaikum.” Hati Tegar merasa lega, ternyata Farah mau juga menemaninya ke rumah Nisma. “Kita jemput Lila dulu ke sekolah,” kata Farah. Nada suaranya tetap saja sinis. Tegar mengangguk cepat. “Iya, Kak.”
911 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Dasar wong edan!" #Jangan lupa Follow , like dan komen
18.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Tawa itu, yang dulu begitu langka, kini mengalir bebas. “Bisa, dong! Lihat, ya!” Dian mengangkat bonekanya tinggi-tinggi, membuatnya melayang-layang di udara sambil mengeluarkan suara ‘wussshh’. Lintang tertawa lebih keras. “Awas jatuh!”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Dari Naya

Sepucuk Surat Dari Naya

Deg Hola hola selesai guys, jangan lupa like, comen, and share ya. Salam Sayang Mrs Tulalit
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

tanya Diah yang sudah mulai jenuh berjalan jauh. "Nggak, dikit lagi, kok. Tu ujungnya kelihatan," jawab Bang Ochi menyemangati. "Ayo, ayo! Dikit lagi," sahut Zahra semangat. Tiga puluh menit berselang Diah kembali bertanya, "Bang, masih jauh? Kapan nyampenya, sih?" "Ini dikit lagi, belok tebing ini terus naik. Nah, di situ, dah."
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai tolong dia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status