Perfect Secret
sapa Richard seraya berdiri di dekat jendela, menghadap sebuah iklan pada videotron berukuran besar yang terpajang di gedung seberang.
Helaan lirih terembus dari hidung bangir Richard saat melihat gambar seorang pria dengan setelan jas bermerek dan dasi hitam yang melilit leher, tampak begitu berwibawa. Potret sosok yang digadang-gadang kelak akan membawa negara lebih maju dari saat ini.
“Halo, Tuan Rich,” balas suara dari seberang sambungan telepon.
“Kau sudah mendapatkan apa yang aku minta, Josh?” Richard langsung bertanya tanpa basa-basi.
Bab Populer