TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH
Kami berdua adalah korban dari kesengsaraan hidup.
Dia masih sama. Rambutnya masih panjang seperti dulu, sorot mata tajam, bisa sangat menenangkan sekaligus menakutkan, dan senyum tipis itu, yang tak pernah benar-benar bisa kuterjemahkan, apakah itu karena sayang, atau mengejek?
“Semoga kau baik baik saja, Hera,” Bisiknya, suaranya hilang dalam derasnya hujan.
ตอนยอดนิยม