Kontrak Suci
Bukan karena ulang tahun Ivan, tetapi ia curiga dengan rencana sang ibu di belakang itu.
“Benar cuma bertiga?” tanya Arif memastikan.
“Ya.” Deswita mengusap bahu kiri putranya dengan senyum yang tidak pudar sejak tadi. “Kan, Bunda bilang seperti dulu. Jadi, cuma kita bertiga.”
“Oke, aku datang.” Arif mengangguk setuju dan tidak memiliki alasan untuk menolak. “Tapi kalau–”
“Cuma kita bertiga,” sela Deswita mengulang kembali ucapannya, “sampai ketemu kamis malam. Bunda pergi dulu, ada janji.”
Hot Chapters