Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Suara itu... Kidung itu... belum pernah saya dengar sebelumnya di vihara atau kuil manapun. Ada makna yang teramat mendalam, ada kekuatan yang tak biasa yang saya rasakan merasuk dari setiap lirik."
"Itu adalah sebuah pujian, Pangeran, bentuk syukur kepada Dewi Prana dan Pralina, Sang Pencipta dan Penghancur, atas siklus kehidupan yang abadi," Madujingga menjelaskan, suaranya kini sedikit lebih tegas. "Hamba melaksanakannya sesuai tuntunan ajaran guru-guru di kaki Gunung Mahameru. Ini cara hamba membersihkan diri dan mendekatkan jiwa pada esensi alam semesta. Di bawah rembulan, kekuatan gaib Alam Semesta begitu terasa, membisikkan kedamaian. Apakah kidung ini terdengar aneh di telinga Paduk
Hot Chapters