Adik Angkat
"Aku tuh nungguin Mbak! katanya mau nganterin aku, ke pangkas rambut, tapi Mbak gak keluar-keluar, aku panggil juga cuek aja, sampe aku ketiduran di sini."
Hm, gak enak kan rasanya di kerjain, nungguin aku sampe tidur di lantai depan pintu kamar kaya anak tiri aja.
"Kasihan," ejek ku, dengan pasang wajah iba.
"Mbak tega sama aku, dasar tukang bohong!" umpat Bimo, dengan wajah memberengut.
"Eits, kenapa Mbak di bilang tukang bohong? Kamu tuh, yang tukang bohong!" Aku membalikan ucapannya.