Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap seperti tinta yang menyebar di air. "Burung pipit ada di mana-mana, dan jumlahnya tak terhitung. Mereka berisik, tetapi seberapa keras pun mereka menangis, mereka tidak dapat terbang ke langit." Matanya menyapu seluruh arena dengan tatapan yang tenang namun tajam.
9.71.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44.9K kali sebagai tulisan suara burung
Tampilkan Ulasan (79)
Baca
+Pustaka
Rianoir
Terima Kasih Semuanya. Kisah Ryan Pendragon Tamat sementara di Season 1 ini. Mohon Maaf jika Ending ini terasa aneh, karena memang masih banyak yang perlu di eksplor. Tapi secara cerita, Ryan sudah balas dendam ke Lucas, dan juga keluarga Pendragon. Meski sebenarnya masih ada misteri lagi(⁠≧⁠▽⁠≦⁠
Chian May
satu2nya novel favorit, cerita karakter dan kisah yg sangat cocok dengan kenyataan tapi sayang perang belum dimulai pernikahan dgn siapa belum tau dan siapa ibu dari cornelius juga belum ada gambaran ceritanya sudah mau tamat ya udahlah mau gimana lagi trima kenyataan aja trimaksih othor ats crtanya
Baca Semua Ulasan
GAIRAH CINTA DADDY MERTUA

GAIRAH CINTA DADDY MERTUA

gumamnya di antara ciuman di tulang selangka. Di kejauhan, burung camar melintas sambil berkicau, seolah menyanyikan lagu untuk dua insan yang tengah larut dalam dunia mereka sendiri. Ombak berbisik pelan, merahasiakan setiap desahan dan erangan yang terlepas.
1087.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

"Mas, lihat! Ada kumpulan burung di sana!" Mereka berdua berhenti sejenak untuk mengamati sekelompok burung yang terbang tinggi di atas danau, dengan suara kicauan yang merdu. Saga tersenyum melihat kekaguman Damay. "Sepertinya burung itu sedang menunjukkan kepada kita betapa luasnya dunia ini, ya?" ucap Saga. Sarah mengangguk, matanya masih terpaku pada burung-burung yang mengambang tinggi di atas mereka. "Kita memang sering lupa betapa besar dan indahnya alam ini."
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Bukan suara pasir atau gemerisik logam, melainkan bisikan dari dasar tanah: “Gulungan bukan tempat. Ia adalah waktu yang melipat luka.” Rimba terbangun dengan peluh dingin di pelipis. Di dalam mimpinya, dia melihat seekor ular berkepala dua melilit seekor burung hantu bersayap terbakar. Burung itu menjerit, tetapi tidak bersuara. “Burung penuntun dalam hikayat Rakyanti,” gumamnya.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Atau burung-burung yang entah dari jenis apa yang berterbangan dari satu pohon ke pohon lainnya. Lalu permukaan tanah di bawah kaki sang gadis merekah, memanjang, dan air yang jernih lagi menyegarkan muncul begitu saja, seolah setiap jengkal tanah yang terbuka adalah mata air hingga celah memanjang yang menguak itu terisi sepenuhnya, menjadi sungai dangkal dengan airnya yang mengalir. Suara gemericik air bercampur baur dengan kicau burung-burung liar, juga sapuan angin sepoi-sepoi, semua itu sangat melenakan, membuat Bungo merasa tidak sedang berada di Bumi.
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Tangisan dan air mata selalu menemani perjalanan menuju yang tak tak tahu arah tujuan. Kupandangi beberapa pohon yang ada disekitar. Di antaranya ada dihinggapi oleh burung-burung kecil berwarna hijau. "Cit-cit-cit" bunyi khas darinya. Indah dan mampu melupakan masalah. Namun, itu hanya sementara. lumayanlah masih ada saja hiburan yang sesuai kodrat alam. Tentunya, banyak hal harus disyukuri.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
The Guardian of Tunlansia

The Guardian of Tunlansia

Hingga lamunannya terbuyarkan Saat tiba2 ia mulai mendengar suara kawanan burung Yg terdengar sangat familiar ditelinganya. Kook-kook!! Ya itu adalah suara burung gagak! Dan itu Membuatnya kembali teringat kejadian Didalam hutan belantara, disebuah sungai kecil dengan Pemandangan beberapa air terjun Yg keluar dari bongkahan - bongkahan Batu Didalam mimpinya sebelumnya. "B-burung itu lagi!" Pekiknya terkejut Dan langsung bangun dari duduknya dengan penuh ketakutan.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Dia pun sangat menyukai burung yang bersuara mirip manusia itu. Hatinya sangat takjub dengan ciptaan Tuhan yang tak bisa ditandingi oleh apa pun. Bahkan, oleh seseorang yang sangat pintar pun tak bisa ditandingi. Burung itu mengeluarkan suaranya. Cantik ... cantik, kata burung itu. Wanita yang sedang memandangnya pun tersenyum ketika mendengar suara yang dilontarkan burung itu. "Bisa saja, kau," kata Nur tersipu malu dan dia sangat menyukai burung yang hinggap di pohon cengkih miliknya itu.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

Dirga langsung memutar kepala mencari sumber suara, bahkan ia menuju pintu dan jendela. "Aneh, ada suara enggak ada orangnya," gumam Dirga sambil garuk-garuk kepala. "Aku di depanmu, Tuan muda yang baik hati," dari arah burung pipit suara itu kembali terdengar, Dirga mengucek mata dan mendekati perlahan. "Astaga, aku rupanya sudah gila. Aku dengar suara dari hewan ini," "Tuan enggak salah dengar, aku benar-benar bisa bicara. Aku bukan burung sembarangan----"
167 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Angin laut bertiup lembut, membawa suara ombak yang memecah di kejauhan. Ia menatap langit penuh bintang dan berbisik pelan, > “Kau lihat, Raka? Anak itu menulis seperti caramu dulu berbicara. Jujur, hangat, dan sederhana. Mungkin inilah bentuk cinta yang kau maksud — cinta yang tumbuh, berpindah, dan terus hidup.” Di kejauhan, seekor burung camar melintas, suaranya menggema di udara malam.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai tulisan suara burung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status