Hati yang Terbagi
"Sorry, berjanda, eh bercanda. Sudah sore, Lin. Aku tau tempat yang cocok untuk kamu menumpahkan segala perasaan tak nyaman dihatimu."
Ubay mengulas senyum, tapi aku tak pedulikan. Saat ini aku sedang ingin sendiri, atau berteriak melepaskan semua sesak di dada ini.
Tak lama mobil berhenti pada sebuah bangunan dengan halaman parkir yang luas, Masjid.
"Hayuk, kita salat dulu. Setelah salat, InsyaAllah hati akan jadi lebih tenang."
Ubay keluar terlebih dahulu. Aku masih diam mematung. Entah kenapa aku rasanya enggan untuk salat, aku kecewa.