Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PESONA

PESONA

Dalam hati para pekerja Tama berdecak kagum akan keberanian Nandini melawan Tama, mereka adalah pasangan yang saling melengkapi dan cocok. "Kau tahu mantan tunanganku, Luara Xeniata? Dia sangat cantik, tubuhnya langsing dan tubuhnya itu sangat menggoda. Tidak seperti tubuhmu yang rata." Perlu diketahui jika wanita paling sensitif jika membawa masalah tubuh dan Tama sukses membuat Nandini ikut merasa jengkel. Bahkan Nandini sampai menunduk ke bawah untuk melihat bagian tubuhnya yang dibalut piyama ungu, tubuhnya juga langsing, namun kalau urusan ukuran dada dan bokong jelas ia kalah dengan Laura. Tapi jangan kira bahwa ukuran milik Nandini kecil bahkan rata, ukurannya pas, tidak kecil maupun
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

jelas Aras panjang kali lebar kali tinggi, udah kayak rumus matematika aja. “Apa yah? Gue enggak tahu,” Binar menyerah. “Oke. Karena anda enggak tahu maka anda di nyatakan kalah dalam game ini. Oleh sebab itu berdasarkan pertimbangan pasal seratus ayat seratus bab seratus peraturan pribadi Aras, dengan ini saya memutuskan bahwa saudari silakan membayar pesanan saya!” tegas Aras serius seperti sedang membacakan keputusan hakim di setiap persidangan para koruptor.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Dia akan dihantui oleh rasa khawatiran tanpa dipantau. "Ummi, Vita sudah besar. Bagaimana, Ummi mengizinkan?" tanya Vitaloka hati-hati sembari menaikkan sebelah alisnya. Santia mengembuskan napas kasar. Lalu membuang tatapan pada Samuel. Dia mengangguk sebagai balas. Berat untuk mengatakan satu patah kata. Apalagi melepaskan Vitaloka dk waktu yang salah. "Apa Ummi jawabannya?" Vitaloka menagih, tidak mengerti dengan maksud anggukan kepala dari Santia.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

kataku keras. Pikiran baik dan buruk dalam kepalaku berantem. “Apanya yang enggak gitu juga kali?” tanya Reno. “Apa?” tanyaku. “Itu tadi lo ngomong 'YA ENGGAK GITU JUGA KALI'” “Masa?” “Coba deh lo ke dokter saraf, mungkin urat syaraf di kepala Lo ada yang putus," katanya. “Owh, gitu ya?” tanyaku kalem.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Turbulensi Cinta

Turbulensi Cinta

ucap Tuan Aksara seraya mengingat-ingat pertemuan terakhir dengan Zulaikha. “Sayang kamu pasti terlalu lelah, kamu belum bisa mengingatnya dengan baik. Ingatlah kamu sudah berumur, tentu daya ingatmu berbeda saat kamu masih muda.” Tuan Aksara merasakan kepalanya sakit, pandangannya tiba-tiba buram. “Apakah aku kelelahan, kenapa kepalaku tiba-tiba merasa sakit.” katanya dengan memijat pelipis dengan tangannya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sei mengucel wajahnya dengan gusar. Sementara itu Sagara turun ke bawah dan menyetel TV. Ia sangat lelah hari ini. Energinya habis hanya untuk memikirkan Sei. Ia membuka handphone sekilas melihat pesan dari Jehan. Sagara menjawabnya singkat dan melempar handphonenya ke sembarang arah. Hubungannya dengan Jehan juga terasa sangat renggang, ia juga heran kepada Jehan kenapa mau menunggu Sagara membalas pesannya dan tidak pernah menelfonnya malam-malam seperti biasanya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Cinta Vampir Terakhir

Cinta Vampir Terakhir

tanya dokter Louise ramah. “Pagi, dok. Aku merasa jauh lebih baik sekarang meskipun terkadang kepalaku masih merasa pusing.” Rena bukan mengeluhkan kondisi tubuhnya setelah rencana bunuh diri yang gagal, tapi ia mengeluhkan tentang situasi saat ini. Marco hanya tersenyum, bersandar di daun pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Dokter Louise memeriksa tubuh Rena dengan teliti dan tersenyum setelahnya. “Kondisimu sudah pulih, hanya saja jangan terkena angin dingin untuk sementara. Terlebih di luar sedang turun salju.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
ZONA MANTAN

ZONA MANTAN

“Kenapa lo jadi nggak sabaran gini deh?” Lagi-lagi, Juda mendesah. “Gue juga nggak tahu Em. Gue cuma nggak mau kejadian kayak Guntur keulang lagi. Trauma gue.” . . to be continued
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Wusssss! Tepat saat ujung ranting bambu kelabu di tangan kanan Long Tian berjarak satu milimeter murni dari koordinat tengah dahi Wang Ba, sebuah getaran spasial yang teramat masif mendadak menghantam kubah formasi Arena Hidup dan Mati. Sinar merah darah penghalang arena bergetar hebat, terdistorsi secara radikal oleh intervensi sebuah tekanan batin (aura pressure) luar yang memiliki kapasitas energi jauh di atas ranah Kondensasi Qi praktisi fana biasa.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Kali ini, Chu Jianqiu menyerap tujuh belas untaian aura kuno di benua yang tandus. Seiring bertambahnya kekuatan fisik tubuhnya, dalam waktu 1.600 tarikan napas, tekanan dari benua kuno yang tandus itu menjadi semakin sulit untuk melukai tubuhnya. Untuk terus menggunakan tekanan dari benua kuno untuk menempa dan memurnikan tubuh fisiknya, dia harus menyalakan bintang kelima belas dari Menara Tertinggi Kekacauan dan memperpanjang waktu maksimum yang dapat didukung oleh Menara Tertinggi Kekacauan.
1037.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status