Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

echan :> 2^In @ca_cangtip :> di 2^In itu sakit @go_dzilla :> HALLO CURUT CURUT UBAB NYA ZILLA @Al_oemah :> mw crht @go_dzilla :> jangan singkat singkat ih gue gak paham @ca_cangtip :> di 2in @Al_oemah :> gw mw crht klw td rmah gw d trr g tw sm spa udh gt aj @go_dzilla :> martin mana martin sini ambil nih human buat darah tinggi aja kerjaan nya kan udah di bilang jangan singkat typing
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

"Tunggu sebentar, Mama ambil tensimeter dulu di kamar. Kamu jangan ke mana-mana." ​Zelena bergegas ke kamar lalu kembali tidak kurang dari lima menit kemudian dengan membawa alat tensimeter digital. Dengan cekatan, ia memasangkan alat tersebut. Ariyan hanya bisa pasrah. ​Alat itu berhenti mengencang di lengan Ariyan, menampilkan beberapa angka di layar digitalnya. “​92/61,” eja Zelena. ​Angka itu jauh di bawah batas normal. Tekanan darah Ariyan benar-benar merosot
9.9103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ultima tensura
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
MASIH UNTUNG ADA KARAKTER KAIVAN DISINI, WALAUPUN CUMA CERITA FIKSI, CERITA INI TERKADANG SUKA BENERAN ADA DI KEHIDUPAN NYATA..!! MUNGKIN KALAU GA ADA KARAKTER KAIVAN, ZIVA BISA MATI BUNUH DIRI KALI...!!!
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Setelah itu, tekan tombol. Yang mana yang perlu Luna tekan?? Dengan keyakinan penuh Luna menekan tombol berukuran paling besar. Dan yap untungnya memang benar yang itu. Setelah menunggu beberapa saat, ketika manset mulai meremas lengan Gisselle dan angka pada monitor berhenti barulah Luna kembali dibingungkan bagaimana cara membaca berapa tensi Giselle. "Masih rendah Bu," kata Aiden lebih dulu berucap sebelum Luna.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Jodohku Dokter Galak

Jodohku Dokter Galak

Serasa di demo dadakan, Valentina buru-buru mengantongi tensimeter ke dalam saku untuk laporan ke perawat daripada harus berbicara di depan para dokter yang mengamatinya penuh selidik. "Berapa tensi terakhir?" tanya Raditya mengabaikan kasak-kusuk di belakangnya, "110/70, Dok," jawab Valentina tak memandang Raditya. "Nadinya masih agak cepet seratus dua kali per menit." "Tensinya sudah mulai naik, Dok," ujar Raditya kepada dokter Chandra," tadi laporan perawat jaga kalau tekanan darah pasien 80/60."
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

Pertanyaan itu terdengar sangat ambigu di telinganya mengingat apa yang baru saja ia lakukan dengan sang pemilik perusahaan. ​"Elastisitasnya sudah kami uji melalui simulasi tekanan tinggi, Pak. Produk ini tidak akan mudah sobek meski dalam... Tekanan ‘paku bumi’ sekalipun," jawab Aruna dengan wajah serius, meski dalam hati ia ingin sekali menendang kaki Keenan yang semakin nakal di bawah meja.
1035.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
U

U

Yura terus berusaha melepaskan cengkraman tangan Bima. "Lepasin nggak? Atau aku akan teriak!" Tapi Bima tidak mendengarkan ucapan Yura, dia terus menggenggam tangan Yura. Sampai akhirnya Bima merasa ada yang menarik rambutnya dengan kuat, dia pun menoleh ke arah orang yang menarik rambutnya itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Tidak kuat menahan aura penekanan yang dipancarkan gadis itu. Tetapi yang paling mencolok pada gadis itu adalah sebuah ukiran di pipi kiri hingga dahi gadis itu berupa sulur hitam yang mencetak jelas di sana. Sulur itu terlihat memancarkan cahaya keunguan dengan remang-remang. Membuat gadis itu semakin terlihat menyeramkan. Kyana melangkahkah satu kakinya, membuat kuil itu bergetar hebat. Setiap langkah yang gadis itu ambil berhasil mengguncang dunia immortal. Padahal gadis itu terlihat hanya melangkahkan kaki jenjangnya tanpa alas kaki itu dengan tenang tanpa adanya penekanan, tetapi tanah berhasil diguncang hanya karena langkahnya saja.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Byakta mengangguk dengan malas. Speranza berjalan masuk, dia menghampiri brankar Yasa. Byakta menutup hidungnya saat mencium bau aneh dari tubuh Speranza. "Kau habis darimana? Mengapa tubuhmu sangat bau?!" tanya Byakta dengan kesal. Speranza terdiam. Dia mencium tubuhnya dan mengakui tubuhnya sangat bau. Byakta mendekat ke arah Speranza untuk mencium lebih jelas bau dari tubuh Speranza.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Kini dia menjilati ujung satunya, seperti anak kecil menjilat permen loly, kadang di emut dan digigit-gigit kecil, membuat gadis itu menjerit tertahan, karena rasa kesetrum yang ditimbulkannya sampai ke bagian inti tubuhnya. Kepala itu, sekarang mulai turun ke perut, dan pusar. Mencium dan menyesap setiap inci tubuh Anara yang putih bagai porselen, membuat tubuhnya bergerak kesana kemari, seperti cacing kepanasan. Lalu Anara merasakan sapuan di bagian bawah tubuhnya. Seketika seluruh otot tubuhnya menegang. Lidah Bryan sudah bermain disana, membuat inti tubuh gadis itu, berkedut semakin cepat. Tak berhenti disana, sekarang, lidah Cowok itu mulai memasuki rongga, yang telah basah sejak tadi.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ultima tensura
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status